Berseragam Heboh, Siswa Baru di Makassar Disiram 'Air Suci'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) berkumpul mengikuti masa orientasi siswa bersama di Lapangan Karebosi, Makassar, 28 Juli 2015. Kegiatan yang diikuti sekitar 51.000 pelajar se-Makassar tersebut berhasil memecahkan Rekor Muri. TEMPO/Fahmi Ali

    Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) berkumpul mengikuti masa orientasi siswa bersama di Lapangan Karebosi, Makassar, 28 Juli 2015. Kegiatan yang diikuti sekitar 51.000 pelajar se-Makassar tersebut berhasil memecahkan Rekor Muri. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Makassar - Ada yang unik pada acara masa orientasi siswa (MOS) serentak di Kota Makassar yang berlangsung meriah itu. Sekitar 45 ribu siswa baru dari tingkat SD, SMP, hingga SMA atau SMK berkumpul di lapangan Karebosi, Makassar, Selasa, 28 Juli 2015. Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto, selain membuka kegiatan MOS, juga memperkenalkan tambahan lambang baru dalam seragam siswa Makassar, yaitu adanya tambahan tulisan "aku benci korupsi" dan "aku benci narkoba"--yang sempat membuat heboh sejumlah kalangan karena tak biasa terdapat pada seragam sekolah.

    Dengan tulisan antikorupsi dan antinarkoba itu, diharapkan sejak awal, pelajar sudah tahu bahaya korupsi dan narkoba. Siswa baru dari SMAN 5 Makassar, Putu Herlina, mengatakan senang dengan seragam baru yang mereka miliki. Karena bisa menjadi pengingat sekaligus kritik terhadap pejabat yang suka korupsi.

    Dalam acara ini sepuluh siswa disiram “air suci” oleh panitia MOS. Air dalam kendi yang bercampur daun pandan dan bunga ini disiramkan ke kepala siswa dengan harapan, siswa bisa berpikir jernih, menghapuskan dosa, menjadi pelajar tangguh, dan menjadi kebanggaan Kota Makassar.

    MOS serentak itu juga diisi dengan berbagai acara seperti penampilan artis Fadly Padi, pembacaan puisi oleh Luna Vidya dan Aan Mansyur. Pelajar juga mendonasikan sekitar 45 ribu buku bekas.

    MUHAMMAD YUNUS

    VIDEO:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.