Usung Bekas Narapidana, PKS Jawa Tengah: Tidak Masalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Semarang nonaktif, Soemarmo Hadi Saputro ketika menjalani persidangan lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, (23/07). Soemarmo Hadi didakwa telah memberikan sejumlah uang kepada anggota DPRD Semarang sebesar Rp 344 juta. TEMPO/Seto Wardhana.

    Wali Kota Semarang nonaktif, Soemarmo Hadi Saputro ketika menjalani persidangan lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, (23/07). Soemarmo Hadi didakwa telah memberikan sejumlah uang kepada anggota DPRD Semarang sebesar Rp 344 juta. TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung pasangan calon wali kota Semarang, Soemarmo Hadi Saputro-Zuber Safawi.

    Ketua PKS Jawa Tengah Fikri Fakih merasa tidak masalah meski Soemarmo pernah dipenjara gara-gara terlibat dalam kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. “Tidak ada masalah. Kan semuanya ada regulasinya,” kata Fikri kepada Tempo di Semarang, Senin, 27 Juli 2015.

    Soemarmo adalah Wali Kota Semarang periode 2010-2015. Belum rampung menjabat, bekas Sekretaris Daerah Kota Semarang tersebut terjerat kasus korupsi pada 2011. Soemarmo pernah mendekam di penjara Cipinang karena divonis bersalah oleh pengadilan.

    Kasusnya adalah memerintahkan suap ke anggota DPRD Kota Semarang untuk pengesahan APBD 2012. Kasus ini merupakan pengembangan saat KPK menangkap Sekretaris Daerah Kota Semarang saat itu, Akhmad Zaenuri, dan dua anggota DPRD Kota Semarang. Adapun Zuber Safawi adalah pengurus pusat PKS. Sebelumnya adalah anggota DPRD Jawa Tengah serta anggota DPR.

    Menariknya, dalam pemilihan wali kota Semarang 2015, Soemarmo akan berkompetisi dengan calon wali kota dari PDIP, Hendrar Prihadi, yang merupakan wakil wali kota saat Soemarmo menjabat wali kota. Saat Soemarmo berhalangan tetap karena terjerat kasus, Hendrar naik menjadi Wali Kota.

    Minggu, 26 Juli 2015, pasangan Soemarmo-Zuber sudah mendaftarkan diri ke KPUD Kota Semarang. Secara resmi partai pengusungnya adalah PKS (enam kursi DPRD) dan PKB (empat kursi DPRD).

    Fikri menyatakan dalam mengusung calon kepala daerah PKS tidak melanggar aturan. PKS akan mengikuti seluruh aturan yang ada. Misalnya, jika KPUD mensyaratkan seorang calon yang pernah dipidana harus mengumumkan ke publik maka akan disiapkan. “Jalani saja. Kami ikuti prosedur demokrasi yang ada,” katanya.

    Fikri menyatakan hal ihwal rekomendasi calon kepala daerah yang banyak mengurusi adalah pengurus PKS masing-masing kabupaten/kota bersama dengan pengurus pusat. PKS tingkat wilayah Jawa Tengah hanya memfasilitasi dan membuat surat pengantar saja.

    Ketua PKB Kota Semarang Teguh Widodo menyatakan pasangan Soemarmo-Zuber memiliki tagline: “Koalisi Bangkit Sejahtera”.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.