Lebaran, Anies Baswedan: Berbanggalah Jadi Orang Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendikbud Anies Baswedan mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 17 Juni 2015. Rapat tersebut membahas perkembangan evaluasi kurikulum 2013 dan isu-isu terkait pendidikan dasar dan menengah. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Mendikbud Anies Baswedan mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 17 Juni 2015. Rapat tersebut membahas perkembangan evaluasi kurikulum 2013 dan isu-isu terkait pendidikan dasar dan menengah. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menilai perayaan Idul Fitri di Indonesia merupakan momen spesial. Alasannya, hanya masyarakat muslim di Indonesia yang memiliki tradisi saling memaafkan saat Lebaran.

    "Hanya di sini, kita penuh kerendahan hati mau mohon maaf. Budaya minta maaf, itu luar biasa. Banggalah jadi orang Indonesia," kata Anies, di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2015.

    Anies mengatakan perayaan Lebaran di Indonesia menyimpan pesan budaya dan agama yang dalam. Masyarakat Indonesia terbiasa berkumpul seusai salat Idul Fitri, dan saling memaafkan satu sama lain. Bahkan, ribuan warga rela bepergian jauh, mudik, kembali ke kampung halaman demi bertemu keluarga.

    "Di Indonesia, arti kembali itu bisa ke keluarga dalam arti biologis dan persahabatan. Islam jadi terasa hangat, ada nuansa persahabatan dan tradisi," kata mantan Rektor Universitas Paramadina itu.

    Anies membandingkan tradisi masyarakat di Indonesia dengan di Arab. "Di Mekah, selesai salat, semua kembali ke rumah masing-masing. Mereka akan kaget, saling minta maaf untuk apa?" kata dia.

    Penggagas gerakan Indonesia Mengajar itu berpesan agar masyarakat terus mengembangkan budaya memaafkan, tanpa mengenal umur dan latar belakang. "Fasenya dengan mengajarkan, membiasakan, mendisiplinkan, lalu itu akan berkembang jadi budaya," kata dia.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.