Cerita Pemudik yang Habiskan Lebih 20 Jam Perjalanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengatur kepadatan lalu lintas di area pintu keluar Tol Pejagan-Brebes Timur, Brebes, 15 Juli 2015. Dua hari menjelang Lebaran arus mudik dari Jakarta ke Pantura melalui Tol Pejagan-Brebes Timur semakin meningkat. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Polisi mengatur kepadatan lalu lintas di area pintu keluar Tol Pejagan-Brebes Timur, Brebes, 15 Juli 2015. Dua hari menjelang Lebaran arus mudik dari Jakarta ke Pantura melalui Tol Pejagan-Brebes Timur semakin meningkat. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Brebes - Akibat kepadatan arus lalu lintas di jalur utama Pantai Utara Jawa, banyak pemudik yang harus menghabiskan puluhan jam untuk sampai ke kampung halaman mereka di Jawa Tengah. Salah satunya Wiyoto, 40 tahun, asal Serang, Banten, yang akan menuju ke Magetan, Jawa Timur.
     
    Menurut Wiyoto, saat sampai di pintu keluar tol di Brebes Timur, dia sudah menghabiskan waktu selama 20 jam. "Pantura macet, jalan tol macet, tidak ada pilihan," katanya kepada Tempo. Menurut dia, pengoperasian jalan tol yang belum jadi, yakni Pejagan-Tegal, hanya memindah titik kemacetan.

    Dia berharap bisa sampai di kampung halamannya sebelum Lebaran. "Kalau tidak, ya, terpaksa cari penginapan dan beristirahat," kata Wiyoto. 

    Berdasarkan pantauan Tempo, antrean kendaraan  memanjang di pertigaan Kaligangsa. Titik tersebut merupakan titik pertemuan arus kendaraan dari Pantura dan pintu keluar tol Brebes Timur. Sementara itu, jalan Pantura menuju Semarang sudah dipadati kendaraan dari arah Jakarta. 

    Wakil Kepala Kepolisian Resor Brebes Komisaris Wahyu Purwidiarso mengatakan berbagai rekayasa jalur sudah dilakukan pihaknya untuk mengurai kemacetan. Selain membuka pintu keluar tol Brebes Timur, kepolisian membelokkan kendaraan menuju Semarang melewati Terminal Brebes. "Dengan dibelokkannya kendaraan, bisa mengurangi beban kendaraan di jalur utama Pantura," kata Wahyu.

    Dia mengatakan, jalan pintu keluar tol Brebes timur akan ditutup kembali setelah arus balik muncul. "Pengerjaannya belum selesai, tapi kali ini sudah dipakai. Kalau sudah selesai, jalan tol langsung tembus Pemalang, tahun depan mungkin titik kemacetannya akan pindah ke sana," kata Wahyu. 

    VENANTIA MELINDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.