Salat Id di Tolikara Rusuh, Wapres Minta Pemda Tangani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla diwawancara wartawan dalam pembukaan 2015 Institute of International Finance (IIF) Asian Summit di Jakarta, 7 Mei 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Wakil Presiden Jusuf Kalla diwawancara wartawan dalam pembukaan 2015 Institute of International Finance (IIF) Asian Summit di Jakarta, 7 Mei 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan terjadinya bentrokan antarwarga di Kabupaten Tolikara, dekat Wamena, Papua. Kalla mengimbau aparat kepolisian dan pemerintah Papua segera menyelesaikan bentrokan tersebut sesuai dengan koridor hukum. ”Saya yakin bahwa kepolisian dan pemda setempat mampu menyelesaikannya dengan baik,” kata Kalla di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jumat, 17 Juli 2015.

    Bentrokan ini terjadi di Kabupaten Tolikara, sekitar empat jam perjalanan dari Kabupaten Wamena, Papua. Bentrokan yang berujung kerusuhan itu terjadi saat sejumlah warga menggelar salat Idul Fitri, sekitar pukul 07.00 waktu setempat.

    Bentrokan bermula ketika sebuah musala dilempari dan dibakar. Saat musala itu diserang, warga yang sedang menjalankan salat langsung berhamburan keluar. Enam rumah dan sebelas kios yang berada sekitar musala itu juga diserang.

    Wakil Presiden Kalla mengatakan informasi yang diperolehnya menyebutkan bentrokan itu dipicu masalah speaker alias pelantang yang diributkan dua komunitas yang tengah menggelar acara yang berdekatan dan bersamaan. ”Ada dua acara di tempat yang berdekatan di situ. Memang asal-muasalnya kejadian soal speaker itu,” kata Kalla. Dia menilai perlu ada komunikasi yang lebih baik di antara dua kelompok masyarakat itu agar kerusuhan tidak meluas.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.