Menteri Jonan: Angkutan Mudik Gratis Hanya Terisi 90 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kanan),  Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Badrodin Haiti (tengah) bersama Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Setiyarso berbincang dengan pemudik di dalam bus pada acara mudik gratis di Parkir Timur Senayan, Jakarta, 11 Juli 2015. Untuk menggelar acara tersebut, PT Jasa Raharja menganggarkan dana sebesar Rp 4 miliar. Tempo/Aditia Noviansyah

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kanan), Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Badrodin Haiti (tengah) bersama Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Setiyarso berbincang dengan pemudik di dalam bus pada acara mudik gratis di Parkir Timur Senayan, Jakarta, 11 Juli 2015. Untuk menggelar acara tersebut, PT Jasa Raharja menganggarkan dana sebesar Rp 4 miliar. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum gratis melonjak 2,5 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, tidak semua moda transportasi terisi penuh.

    Menteri Pehubungan, Ignasius Jonan, mengatakan jumlah kuota yang terisi untuk semua angkutan gratis hanya sebesar 90 persen. "Tidak penuh," kata dia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2015.

    Kementerian Pehubungan, kata Jonan, akan melakukan evaluasi terkait hal ini. Nantinya jarak antara keberangkatan dan hari raya Idul Fitri akan lebih berdekatan. "Tanggalnya harus diubah."

    Untuk meningkatkan jumlah pemudik, Jonan berencana meningkatkan anggaran mudik tahun depan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016. "Kalau anggaran dapat lebih, mudah-mudahan animo tambah banyak," ujar Jonan.

    Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan, Julius Barata, mengatakan anggaran mudik yang diusulkan tiga kali lipat dari tahun ini, yang sebesar Rp 30 miliar. "Ini yang kami ajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat," kata Julius.

    Sabtu ini, Jonan bersama Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Susilo, melepas pemudik gratis yang menggunakan Dobonsolo jurusan Semarang dan KRI Surabaya-591. "Penumpang Dobonsolo tiga ribu orang, sementara yang ke Semarang lebih kecil, yakni 600 orang," ujar Jonan.

    SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.