Jika Tak Diboyong Sporting Lisbon, Martunis Jadi Apa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesohor sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo berfoto bersama anak yang selamat dari tsunami Aceh tahun 2004, Martunis (kiri) di Kuta, Bali (26/6).  ANTARA/Nyoman Budhiana

    Pesohor sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo berfoto bersama anak yang selamat dari tsunami Aceh tahun 2004, Martunis (kiri) di Kuta, Bali (26/6). ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.COBanda Aceh - Martunis, 18 tahun, sedang menimba ilmu di sekolah sepak bola Sporting Lisbon, Portugal. Kalau Martunis tidak ke sana, sang ayah, Sarbini, menginginkan anaknya itu menjadi polisi.

    “Rencananya saya ingin dia masuk akademi polisi. Tapi dia sangat ingin ke Portugal dan menjadi pemain bola profesional,” kata Sarbini kepada Tempo, Selasa, 7 Juli 2015.

    Menurut Sarbini, Martunis sangat mengidolakan pemain tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo. Martunis rutin latihan bola saban sore bersama beberapa klub dan sekolah sepak bola setempat untuk mewujudkan impiannya menjadi pemain andal.

    Martunis beruntung. Keinginannya pergi ke Portugal terkabul. Martunis dipanggil Sporting Lisbon untuk masuk sekolah sepak bola yang pernah mendidik Ronaldo itu. Martunis berada di sana sejak 29 Juni 2015.

    Munawardi Ismail, abang asuh Martunis, mengatakan Martunis sering menyampaikan keinginan menjadi pemain sepak bola profesional kepadanya. “Juga keinginannya bisa berlatih di Portugal,” ujar Munawardi kepada Tempo.

    Kedekatannya dengan Portugal berawal dari musibah tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Martunis selamat dari tsunami setelah terkatung-katung di laut selama 21 hari dengan baju seragam tim nasional sepak bola Portugal. 

    Martunis ditemukan warga dan diliput reporter stasiun televisi Inggris. Gambarnya kemudian menghebohkan dunia. Ronaldo, yang mengetahui kabar itu, lalu menaruh simpati dan membantunya.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.