Seribuan Siswa Baru Pemegang Surat Miskin Mundur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, seusai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Balai Kota DKI Jakarta, 16 September 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, seusai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Balai Kota DKI Jakarta, 16 September 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Bandung - Sekitar 1.500 siswa pemegang surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang diduga palsu mundur dari pendaftaran siswa baru SMP, SMA, dan SMK di Kota Bandung, Jawa Barat. Tindakan itu diduga diambil setelah kepolisian mengusut kasus surat palsu itu.

    “Sudah hampir 1.500 siswa mundur secara sukarela hari ini. Tim polisi bergerak sampai Rabu dan Kamis,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Sabtu, 4 Juli 2015.

    Emil--panggilan akrab Ridwan Kamil--menjelaskan, banyak pendaftar melalui jalur non-akademik yang mundur karena takut tersangkut urusan dengan Kepolisian. Dia memastikan bakal lebih banyak lagi pendaftar non-akademik dengan surat keterangan tak mampu palsu yang akan mundur. "Hari Kamis akan banyak kursi kosong akibat orang tua dengan SKTM bodong mundur,” ujar Emil.

    Akibatnya, kuota bangku sekolah melalui jalur akademik bertambah. Untuk itu, masa pendaftaran siswa baru diperpanjang. "Pendaftaran akademik mundur, passing grade juga pasti turun dan kursi akademik melonjak naik lagi," katanya. Hingga saat ini, kepolisian belum melakukan verifikasi ke rumah-rumah pemohon surat keterangan tidak mampu.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.