Di Malang, Pasar Murah Bertahan Satu Jam Saja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasar murah. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Ilustrasi pasar murah. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Malang - Warga Kota Malang, Jawa Timur, memborong aneka kebutuhan pokok yang ditawarkan pemerintah kota setempat lewat Pasar Murah yang digelar di lapangan parkir stadion Gajayana Malang, Kamis 2 Juli 2015.

    Dalam tempo satu jam, sebanyak 1,5 ton beras dan 1,2 ton minyak goreng dari Bulog Malang ludes terjual.

    "Selama Ramadan juga ada operasi pasar," kata Wakil Kepala Bulog Malang, Nur Hasan. Dia bicara kepada warga yang berjejal antre untuk berebut aneka bahan pokok murah itu. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Nur menambahkan, Bulog menambah 750 kilogram beras dan 600 liter minyak goreng.

    Dalam pasar itu paket beras lima kilogram dijual Rp 42.500. Sedangkan minyak goreng dijual seharga Rp 10 ribu per liter. Pasar murah yang hanya sehari ini dimanfaatkan masyarakat untuk membelanjakan kebutuhan menjelang Lebaran mendatang.

    Seorang pembeli, Rusminah, 46 tahun, mengaku setiap tahun berbelanja di pasar murah. Namun, tahun ini ia tak kebagian beras dan minyak goreng. Lantaran beras dan minyak goreng telah habis terjual. "Tak kebagian, seluruh barang telah habis," katanya.

    Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Malang, Rinawati menjelaskan, pasar murah diharapkan bisa mengendalikan harga menjelang lebaran. Terutama menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah inflasi.

    "Juga meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah menjelang Lebaran," katanya. Dia memastikan kalalu harga barang di pasar murah jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.