3 Menteri Paling Konsisten Implementasikan Nawa Cita  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 3 Menteri Paling Konsisten Implementasikan Nawa Cita

    3 Menteri Paling Konsisten Implementasikan Nawa Cita

    INFO BISNIS - Hasil riset dan kajian akademik Lembaga Klimatologi Politik (LKP) menyebutkan Yuddy Chrisnandi, Tjahjo Kumolo, dan Susi Pujiastuti merupakan Menteri Kabinet Kerja yang paling konsisten mengimplementasikan gagasan besar Presiden Joko Widodo.

    Di antara 34 menteri dalam Kabinet Kerja, ketiganya dinilai paling konsisten, yakni mengerti dengan benar apa yang tersirat dan tersurat dalam Nawa Cita dan Trisakti. Mereka juga memiliki tekad keseriusan yang tinggi untuk mensosialisasikan dan mengimplementasikan gagasan besar Jokowi tersebut.

    CEO LKP, Usman Rachman, mengatakan gagasan besar Jokowi telah tertuang dalam Nawa Cita dan menjadi agenda prioritas pembangunan nasional 2014 – 2019. Sebagai Pembantu Presiden, kata Usman, tugas menteri adalah mengoperasionalkan gagasan besar tersebut dalam program-program nasional sesuai tugas dan fungsi kementerian masing-amsing. "Ukuran keberhasilan seorang menteri bukan dari tingkat popularitasnya di masyarakat, namun sejauhmana keberhasilan mengimplementasikan Nawa Cita dan Trisakti Bung Karno," ujarnya.

    Kajian akademik LKP ini dilakukan sejak 1 April 2015. Sementara metode media analisis dan pengamatan secara mendalam (in-depth observation) dilakukan tim peneliti LKP sejak November 2014, baik melalui berbagai pernyataan yang dilansir media, maupun melalui sosialisasi program kementerian masing-masing. Data-data yang digunakan sebagai bahan analisis terdiri dari surat kabar, majalah, media online, televisi sejak 1 November 2015. "Khusus media massa, kami membatasi 10 surat kabar nasional terkemuka dan 10 media online terpercaya," tuturnya.

    Yuddy Chrisnandi misalnya, selama delapan bulan menjabat Menteri PANRB, selalu aktif mengimplementasi gerakan revolusi mental bagi kalangan aparatur negara di Tanah Air. "Yuddy juga tidak pernah lelah membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, mandiri, melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum, meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup rakyat, serta beberapa program lainnya," ucapnya.

    Inforial


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.