Antena yang Tertabrak Hercules Tak Sesuai Peraturan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fitriana Hapsari menangis di pusara suaminya Kapten Penerbang Sandy Permana di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang, 2 Juli 2015. Sandy adalah pilot pesawat Hercules C-130 yang mengalami kecelakaan di Medan. TEMPO/Budi Purwanto

    Fitriana Hapsari menangis di pusara suaminya Kapten Penerbang Sandy Permana di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang, 2 Juli 2015. Sandy adalah pilot pesawat Hercules C-130 yang mengalami kecelakaan di Medan. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Medan - Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna mengatakan bahwa antena Radio Joy FM yang dihantam pesawat Hercules C-130B sebelum terjatuh menyalahi peraturan keselamatan penerbangan.

    Menurut dia, jika Hercules tak menabrak antena tersebut, cerita kecelakaan yang menewaskan sekitar 144 orang itu bisa berbeda. ”Pilot sudah mengerti apa yang harus dilakukan jika terjadi mal function seandainya tidak menabrak antena,” ujar Agus di Medan, Kamis, 2 Juli 2015.

    Agus melanjutkan, letak  antena yang dihantam Hercules berada di 15 derajat landasaan pacu Lanud Soewondo dan berjarak hanya 3.200 meter. "Dalam peraturan keselamatan penerbangan, harus diluar 15 derajat. Hasil penyelidikan kami, antena berada di dalam 15 derajat," tutur Agus.

    Pesawat Hercules C-130 B yang terjatuh Selasa lalu memang sempat menabrak antena Radio Joy FM yang dipasang di Lantai III Sekolah Bethany, Jalan Jamin Ginting, Medan. Lokasi antena ini hanya berjarak sekitar 300 meter dari bangkai pesawat Hercules yang dikemudikan Kapten Shandy Permana.

    Agus menambahkan, karena menabrak antena inilah, posisi pesawat akhirnya miring ke kanan dan sulit untuk kembali naik ke ketinggian aman.  

    “Pilot harus menaikan ketinggian dari mencari pendaratan. Namun karena pesawat miring ke kanan karena menabrak antena, pesawat sulit untuk naik," ujar Agus.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.