Obat AIDS dan SARS Dipakai untuk Tangani MERS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas beraktifitas di ruang Isolasi khusus RSPI Sulianti Saroso di Jakarta, 26 Juni 2015. Melakukan pencegahan MERS CoV di Indonesia, Pemerintah menyiapkan fasilitas perawatan khusus di beberapa rumah sakit. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Petugas beraktifitas di ruang Isolasi khusus RSPI Sulianti Saroso di Jakarta, 26 Juni 2015. Melakukan pencegahan MERS CoV di Indonesia, Pemerintah menyiapkan fasilitas perawatan khusus di beberapa rumah sakit. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah Middle East respiratory syndrome coronavirus (CoV) terus menjangkiti berbagai negara di dunia. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat mematikan virus korona pemicu MERS.

    Pasien MERS, kata Tjandra, selama ini ditangani dengan terapi suportif. "Ada lima obat yang kini coba digunakan di beberapa negara," kata Tjandra melalui keterangan tertulis, Senin, 29 Juni 2015.

    Obat-obatan tersebut, ujar Tjandra, belum benar-benar teruji secara ilmiah. Walau begitu, obat-obatan ini tetap digunakan demi menangkal MERS.

    Pengobatan pertama yang dapat digunakan adalah dengan plasma konvalesens. Plasma ini diambil dari darah pasien yang sembuh dari MERS. "Karena sudah sembuh, darahnya dianggap mengandung zat anti," ujar Tjandra.

    Selanjutnya, pasien MERS dapat diberikan antivirus bernama ribavirin. Dokter juga menggunakan obat bernama interferon alfa 2A.

    Menariknya, dua obat lain mengobati penyakit lain ternyata bisa digunakan pula untuk MERS. Kedua obat itu adalah Protease inhibitor dengan nama Kaletra, yang biasa dipakai mengobati HIV AIDS dan beta interferon, yang pernah dipakai mengobati SARS.

    Angka kematian akibat MERS terus meningkat. Minggu, 28 Juni 2015, Korea Selatan kembali melaporkan kematian ke-32 akibat MERS. Angka kematian ini terus meningkat dari 10 persen pada dua pekan lalu, 15 persen pekan berikutnya, dan kini menjadi 17,5 persen.

    Korea Selatan juga melaporkan bahwa saat ini ada sekitar 15 pasien MERS CoV yang masih dirawat dalam kondisi kritis di Negara Ginseng. "Ini tentu jadi tantangan petugas kesehatan untuk mengobatinya," kata Tjandra.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.