Pacarnya Mau Diperkosa, Pelajar Ini Nekat Membunuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.COBima - Irwansyah Baco, 33 tahun, warga Perumahan Puri Ginte, Lingkungan Larema, Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, tewas bersimbah darah di dekat rumahnya, di Perumahan Puri Ginte, Senin, 29 Juni 2015. Saat itu, ia hendak merampok pelajar SMA, Ar, dan kekasihnya, EP, 16 tahun, warga Desa Katua, Kecamatan Dompu, yang sedang asyik pacaran.

    Kepala Kepolisian Resor Dompu Ajun Komisaris Besar Brury Soekotjo mengatakan Irwansyah tewas di tangan Ar yang mencoba membela diri saat ponselnya dirampas dan dipalak korban. Selain itu, Ar nekat menghabisi nyawa Irwansyah lantaran melihat kekasihnya hendak diperkosa.

    ”Malam itu, mereka jalan-jalan di Perumahan Puri, kemudian duduk di pinggir jalan. Tidak lama kemudian, pasangan tersebut didatangi korban, yang menakut-nakuti akan menangkap mereka,” kata Brury.

    Brury menjelaskan Irwansyah saat itu memakai cadar dari sarung. Dia kemudian merampas dua ponsel milik pasangan tersebut hingga terjadi perkelahian.

    Selain merampas ponsel, Irwansyah juga meminta dompet dan ingin menyetubuhi si gadis. ”Saya tersinggung, masak pacar saya mau ditiduri sama dia,” ujar Ar saat diinterogasi di Polres Dompu.

    Karena merasa dilawan, Irwansyah menebas bagian lutut dan betis Ar. Kemudian Ar memeluk Irwansyah dari depan. Saat itulah, didapatinya sebilah golok pada bagian punggung Irwansyah. Golok itu kemudian diambilnya dan langsung ditancapkan pada punggung bagian atas atau pundak sebelah kanan.

    Ar dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 dan 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dan diancam hukuman penjara maksimal 7 tahun. “Saat ini belum dilakukan pemeriksaan secara intensif,” tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Herman yang dihubungi terpisah. Ia menuturkan Ar masih dirawat intensif. “Sepeda motor Revo tersangka sudah kami amankan,” ucapnya.

    Sebelumnya, pernah ada kejadian serupa di sekitar Perumahan Puri Ginte. Seorang perempuan diperkosa, tapi korban tidak berani melapor. “Kami akan intens melakukan patroli di sekitar TKP dan meminta masyarakat segera melaporkan ketika ada kejadian,” kata Brury.

    AKHYAR M. NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.