Warga Takalar Ditemukan Tewas Penuh Luka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Mahfoed Gembong

    TEMPO/Mahfoed Gembong

    TEMPO.CO, Makassar - Penemuan mayat menggegerkan warga Lingkungan Ballo, Kelurahan Sombalabella, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan warga setempat di area persawahan dengan kondisi tubuh penuh luka.

    Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Ajun Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan korban bernama Tallasa Dg Gassing, 30 tahun. Ia adalah warga Dusun Borongtaipaya, Desa Campagayya, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar. "Kami masih selidiki kasus itu," kata Barung, Jumat, 26 Juni 2015.

    Mayat Tallasa ditemukan oleh Haeruddin Dg Mangung, 60 tahun, warga setempat yang bekerja sebagai petani. Haeruddin kemudian melaporkan penemuan jenazah itu ke Kepolisian Resor Takalar. Kepolisian lantas melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara.

    Tallasa terluka hampir di sekujur tubuhnya. Antara lain pada kepala bagian kiri, luka robek pada mulut, telapak tangan kiri, siku kiri, dan pinggang kiri. Belum diketahui penyebab korban mengalami banyak luka. Jenazah wiraswasta itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. "Rencananya mau diotopsi," ujar Barung.

    Barung menerangkan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi. "Tim medis juga sudah memeriksa luka korban dan memotretnya. Kami terus usahakan untuk mengungkap kasus itu," tuturnya.

    Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Komisaris Eko Yunianto, mengatakan pihaknya telah menerima mayat itu. "Jenazahnya sudah ada di RS Bhayangkara, tapi belum diambil tindakan, apakah otopsi atau sebatas visum. Kami masih menunggu informasi dari Polres Takalar, apakah keluarga korban setuju untuk otopsi atau tidak," ucapnya. 

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.