Kebakaran Tewaskan 6 Orang, Panci Meleleh Jadi Petunjuk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Reza Fitriyanto

    ANTARA/Reza Fitriyanto

    TEMPO.COMakassar - Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Makassar menyimpulkan kompor meledak menjadi penyebab kebakaran sebuah rumah di Jalan Pampang I, Lorong VI, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan. Kebakaran menewaskan enam dari tujuh anggota keluarga yang mendiami rumah pada Rabu, 24 Juni 2015. 

    "Kesimpulannya, kebakaran disebabkan oleh kompor yang meledak," kata Kepala Unit Fisika Komputer Labfor Polri Cabang Makassar Ajun Komisaris Besar I Gede Suarthawan kepada Tempo, Jumat, 26 Juni 2015.

    Suarthawan menjelaskan, Labfor memastikan sumber api dari kompor meledak setelah melakukan pemeriksaan ke semua bagian rumah yang terbakar. Petugas mendapati sebuah panci yang meleleh di bekas dapur rumah itu. Adapun pemeriksaan terhadap jaringan listrik tak ditemukan adanya hubungan arus pendek atau korsleting. 

    Suarthawan menuturkan pihaknya segera membuat laporan dan berita acara ihwal kesimpulan penyebab kebakaran untuk diserahkan ke penyidik Kepolisian Sektor Panakkukang. Rencananya, pihaknya akan menyerahkan kesimpulan penyebab kebakaran itu ke polisi pada pekan depan.

    Kepala Polsek Panakkukang Komisaris Woro Susilo menjelaskan, meski belum menerima laporan resmi dari Labfor, pihaknya menduga penyebab kebakaran adalah kompor meledak. Hal itu berdasarkan keterangan sejumlah tetangga korban. "Iya, benar itu penyebabnya," katanya.

    Dalam kebakaran yang terjadi menjelang sahur itu, cuma Jamaluddin alias Unding, 35 tahun, yang selamat. Adapun sang istri Risma, 22 tahun, dan tiga anaknya, yakni Reski, 12 tahun, Rifki (9), dan Suci (6), ditemukan tewas terpanggang dalam rumah. Begitu pula mertua Unding, Ratna, 60 tahun, dan keponakannya, Ramadan, 25 tahun. Jamaluddin selamat karena melompat dari rumah panggung yang terbuat dari kayu.

    Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Pagar Alam menuturkan kebakaran maut di Pampang itu adalah kasus kedua selama Ramadan. Sebelumnya, si jago merah melalap lima rumah di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Senin, 22 Juni 2015. "Selama Ramadan ini, masyarakat mesti mewaspadai potensi kebakaran," ucapnya.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.