Cerita Nenek Angeline di Banyuwangi: Kasihan Hamidah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamidah ibu kandung Angeline (8). TEMPO/Johannes P. Christo

    Hamidah ibu kandung Angeline (8). TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Misyah, nenek Angeline di Banyuwangi, Jawa Timur, berharap pengusutan kasus kematian cucunya cepat selesai. "Semoga cepat selesai biar gak kepikiran lagi," kata Misyah kepada Tempo, Kamis, 25 Juni 2015.

    Setelah pengusutan kasus itu selesai, Misyah tak lagi mengizinkan Hamidah tinggal di Bali. Hamidah sendiri, menurut Misyah, telah menyanggupi keinginan tersebut. Setelah seluruh proses pemeriksaan polisi selesai, Hamidah akan tinggal ke kampung halamannya, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

    “Kalau tetap di Bali, saya takut ada apa-apa lagi,” kata ibu sembilan anak ini.

    Angeline adalah anak kedua Hamidah saat bersuamikan Achmad Rosyidi. Hamidah merantau ke Bali pada usia 15 tahun dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dari pernikahannya dengan Rosyidi, Hamidah memiliki tiga anak, yakni Inayatul, 10 tahun, Angeline (8), dan Aisyah (2). Inayatul diasuh oleh buyut dari keluarga Rosyidi, sedangkan Aisyah dirawat Misyah.

    Misyah bercerita, selama di Bali hidup Hamidah terus diliputi masalah. Saat mengandung anak ketiganya, Rosyidi ternyata menikah lagi dengan perempuan lain. Setelah melahirkan Aisyah di Banyuwangi, Hamidah kembali merantau ke Bali. Kemudian, dia menikah siri dengan pria asal Kabupaten Jembrana karena belum resmi bercerai dari Rosyidi.

    Dari pernikahan kedua ini, Hamidah memiliki satu anak laki-laki bernama Rio yang berusia 1 tahun. Akan tetapi, cobaan datang kembali. Hamidah juga ditinggal oleh suami keduanya. “Kasihan anak saya,” kata Misyah sambil menitikkan air mata.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.