Kalimantan Tengah Dirikan Pusat Penyelamatan Satwa Liar.

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas Orangutan (Pongo pygmaeus) di selter Tanjung Harapan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalteng, 14 Januari 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Aktivitas Orangutan (Pongo pygmaeus) di selter Tanjung Harapan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalteng, 14 Januari 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Pusat penyelamatan satwa liar bakal berdiri di Kalimantan Tengah. "Ini lembaga konservasi yang dikhususkan melakukan rehabilitasi dan juga pelepasliaran satwaliar di Kalteng," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)  Kalteng, Nandang Prihadi, Kamis, 25 Juni 2015.

    Berdirinya lembaga itu berdasarkan nota kesepahaman (MoU)  BKSDA dengan yayasan lokal,  Protec Our Borneo (POB). Yayasan ini  yang akan mengelola lembaga tersebut dan BKSD membantu melakukan sosialisasi.

    Menurut Nandang, saat ini pihak yayasan tengah melakukan pembukaan lahan miliknya seluas 3 hektar yang terletak di Jalan Cilik Riwut Km. 40. Kedepannya, lembaga bari ini memfokuskan melakukan rehabilitasi orangutan dan juga melakukan pelepasliaran.

    Saat ini di Kalteng telah ada sejumlah yayasan yang melakukan rehabitasi orangutan seperti Borneo Orangutan survival (BOS) yang terletak di Desa Nyaru Menteng,  Jalan Cilik Riwut Km 28, Palangkaraya.

    Dwi Darmawan, Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (Gappki) Kalteng menyatakan kesiapannya membantu pemerintah mendirikan yayasan penyelamatan orangutan.

    "Sejumlah staf atau pekerja perkebunan sudah banyak yang diajarkan bagaimana bila ada orangutan yang masuk kebun dan bagimana mengenai penanganannya. Jadi kami siap membantu."jelasnya.

    KARANA WW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.