Wali Kota Risma Bikin Posko Penanganan Bencana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo di Palmerah Jakarta Selatan. TEMPO/Ngarto Februana

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo di Palmerah Jakarta Selatan. TEMPO/Ngarto Februana

    TEMPO.COSurabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan telah membuat posko penanganan bencana guna mengatasi berbagai bencana yang menimpa Kota Surabaya. Posko itu diharapkan mampu menampung semua informasi tentang bencana, sekecil apa pun bencana itu.

    "Kami buat posko bencana. Jadi sekecil apa pun bencana itu harus ditampung oleh posko itu,” kata Risma saat rapat pembentukan posko penanganan bencana di ruang sidang wali kota, Rabu, 24 Juni 2015.

    Risma menyebutkan anggota posko penanganan bencana itu adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas), Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan, Dinas Pemadam Kebakaran, Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak dan Korem Bhaskara Jaya, serta PLN dan Telkom. “Melalui posko ini seluruh informasi dan penanganan bencana dapat langsung ditangani, tanpa mengganggu tugas fungsional dari beberapa dinas terkait,” kata dia.

    Di posko itu, Risma melanjutkan, disediakan berbagai alat pendukung untuk penanggulangan bencana. Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya sedang menyiapkan sebuah software yang terintegrasi dengan seluruh posko dan instansi terkait, sehingga memudahkan penyampaian informasi dan pemantauan berbagai bencana yang mungkin terjadi.

    Software itu nantinya dapat digunakan oleh masyarakat Kota Surabaya dalam memantau dan menginformasikan bencana alam maupun kecelakaan yang terjadi di Kota Surabaya. “Di posko ini telah disiapkan personel terlatih yang bertugas 24 jam,” kata dia.

    Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya Chandra Oratmangun mengatakan posko penanganan bencana itu akan memudahkan kerja sama jika bencana datang. “Harapannya, komunikasi lebih lancar, sehingga bila terjadi kebakaran, sudah jelas siapa kerjakan apa, tim mana lakukan penyelamatan, dan tim mana lakukan pemadaman,” kata dia.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.