Mayat Anak Laki-Laki Ditemukan di Areal Freeport Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 123rf.com

    123rf.com

    TEMPO.CO, Jayapura - Sesosok mayat anak laki-laki yang diperkirakan berusia tujuh tahun ditemukan warga di sekitar Jalan Tambang PT Freeport Indonesia, yang berada di dalam areal perusahaan tambang Freeport, tepatnya di Mile 26, Mimika, Papua, Rabu, 17 Juni 2015.

    "Jenazah anak laki-laki yang hanya mengenakan celana pendek hitam tanpa baju ini ditemukan dua warga saat mereka dari kamp pendulang yang ada di areal Freeport, sekitar pukul 16.02 WIT," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Rudolf Patrige kepada wartawan di Kota Jayapura, Papua, Kamis, 18 Juni 2015.

    Menurut Patrige, untuk sementara, korban diduga tewas akibat terhanyut di kali yang ada di sekitar lokasi ditemukannnya jenazah. "Sebab dilihat dari jasad yang ditemukan, tak terdapat tanda-tanda kekerasan fisik. Juga hingga kini, jenazah yang ditemukan dua warga bernama Paulus Mayabubun dan Fery Renyaan ini, belum diketahui identitasnya," katanya.

    Kronologisnya, kata Patrige, kedua saksi hendak kembali ke Timika dari kamp pendulangan menyeberangi kali buangan di Mile 26, areal Freepot. Saat itu, mereka melihat ada tangan manusia muncul di permukaan air. "Kemudian saksi menarik tangan itu, yang ternyata milik seorang anak laki-laki yang tak bernyawa. Selanjutnya, mereka mengangkatnya ke pinggir kali," kata Patrige.

    Setelah menemukan jenazah anak laki-laki berciri khas warga pendatang ini, menurut Patrige, kedua saksi kemudian melaporkan ke pos sekuriti Freeport di Terminal Gorong-gorong. "Lalu sekuriti Freeport menghubungi Polsek Mimika Baru terkait temuan itu. Pukul 16.20 WIT, personel Polsek Mimika Baru dipimpin Kanit Patroli Ipda Dorty mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan evakuasi dibantu warga sekitar yang juga mendatangi TKP," kata Patrige.

    Selain itu, kata Patrige, pukul 16.30 WIT, tim medis dari Freepoort juga tiba di tempat kejadian perkara. "Lalu sekitar pukul 17.20 WIT, jasad korban terpaksa dievakuasi ke rumah sakit umum daerah Mimika untuk disemayamkan sambil menunggu jika ada pihak keluarga yang mengenali jenazah korban. Tapi hingga kini, belum ada pihak keluarga mengenali jenazah anak laki-laki ini," kata Patrige.

    CUNDING LEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.