Bela Margriet, Hotma Sitompul Tebar Ancaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hotma Sitompul. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Hotma Sitompul. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CODenpasar - Sehari menjadi pengacara Margriet, Hotma Sitompul mengambil langkah cepat dengan mengancam ke semua pihak yang memojokkan kliennya. Ancaman ini dilontarkannya untuk sederet nama, mulai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, hingga menteri.

    “Semua berita yang memojokkan klien akan kami pilah, karena semua itu tidak benar,” ucap Hotma saat dihubungi Tempo, Rabu, 17 Juni 2015. Termasuk di antaranya pernyataan anggota DPR, Akbar Faisal, yang mengatakan Agus dijanjikan Margriet uang Rp 2 miliar sebagai imbalan tutup mulut.

    Menurut Hotma, pernyataan itu tidak benar. Ia sudah mengkonfirmasinya langsung ke Margriet. Dia balik bertanya, apa yang menjadi dasar seorang anggota DPR menemui tersangka kasus pembunuhan. “Katanya datang sebagai pribadi. Saya akan sampaikan keberatan ini ke Dewan Kehormatan DPR nanti,” ujarnya.

    Seperti diketahui, Agustinus Tai ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Angeline, putri angkat Margriet yang sebelumnya dinyatakan hilang. Saat diperiksa polisi, Agus mengaku disuruh Margriet untuk membunuh bocah cantik itu.

    Bukan hanya Akbar, Ketua Komisi Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait juga dimasalahkan Hotma. Menurut Hotma, pernyataan Arist tentang legalitas adopsi Angeline hanya bersifat menjatuhkan kliennya dan tidak terbukti. “Secara hukum memang belum clear (proses adopsi Angeline), tapi omongannya (Sirait) enggak ada juntrungannya,” tuturnya.

    Ia juga menyoal kabar penolakan Margriet saat dikunjungi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise di rumahnya. Menurut Hotma, saat itu Margriet tidak mempermasalahkan kedatangan mereka.

    Hanya saja, kedatangan Yuddy tidak ada pemberitahuan sebelumnya. “Kita masuk rumah makan saja harus pesan kursi dulu. Ini nyelonong namanya,” katanya, sembari menjelaskan bahwa saat itu Margriet sedang sakit.

    Menurut dia, Margriet pada dasarnya memperbolehkan Yuddy berkunjung, asalkan dia didampingi keluarganya. Tapi saat itu putri Margriet, Yvone, sedang bekerja.

    Hotma menilai etika Yuddy salah. Sebab, memberikan dukungan kepada keluarga bukan dengan cara seperti itu. “Cara itu tidak benar. Buat kami, kedatangan para menteri hanya menambah masalah. Kami akan permasalahkan ini,” ancamnya. Apakah dia bakal menuntut sejumlah menteri yang pernah berkunjung ke rumah Margriet? “Lihat saja nanti.”

    Pernyataan Hotma memang mengejutkan sejumlah pihak. Ini karena pengacara Margriet sebelumnya enggan berkomentar apa pun terkait dengan keterlibatan Margriet dalam pembunuhan Angeline. Bahkan pengacara Bernadin mengundurkan diri karena mengaku berbeda prinsip dengan Margriet. Pengacara yang ditunjuk kepolisian, M. Ali Sadikin, juga sebelumnya tampak pasif dalam berkomentar.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.