Begini Sosok Ideal Pimpinan KPK Versi Bambang Widjojanto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil ketua KPK nonaktif Bambang Widjojanto bersama korban kriminalisasi kasus surat pembaca Kho Seng Seng, berbicara dalam diskusi gelar perkara pemidanaan yang dipaksakan dalam kasus kriminalisasi, di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta, 15 Mei 2015. Diskusi tersebut mengkritisi kasus kriminalisasi yang dilakukan aparat untuk melaksanakan penegakan hukum dengan cara upaya paksa. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil ketua KPK nonaktif Bambang Widjojanto bersama korban kriminalisasi kasus surat pembaca Kho Seng Seng, berbicara dalam diskusi gelar perkara pemidanaan yang dipaksakan dalam kasus kriminalisasi, di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta, 15 Mei 2015. Diskusi tersebut mengkritisi kasus kriminalisasi yang dilakukan aparat untuk melaksanakan penegakan hukum dengan cara upaya paksa. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Makassar - Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar seminar dan diskusi kelompok terarah bertajuk "Mencari Sosok Ideal Pimpinan KPK" di Makassar hari ini, Selasa, 16 Juni 2015.

    Wakil Ketua Anti Corruption Committee Sulawesi Selatan Kadir Wokanubun mengatakan pembicara dalam seminar itu adalah pemimpin KPK non-aktif, Bambang Widjojanto; anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, Diani Sadiawati; dan guru besar Fakultas Hukum Universitas Bosowa 45, Marwan Mas. "Mereka dipastikan akan hadir," kata Kadir, Selasa pagi, 16 Juni 2015.

    Kadir menuturkan salah satu tujuan penyelenggaraan seminar ini yaitu memberikan masukan kepada Pansel Calon Pimpinan KPK. Menurut dia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KPK sangat tinggi. Bahkan, dia melanjutkan, dapat dikatakan tidak ada lembaga publik yang sedemikian diapresiasi dan didukung oleh masyarakat seperti KPK. 

    Kadir mengatakan KPK selama ini didukung karena ketegasan dan hasil nyatanya dalam pemberantasan korupsi yang tidak tebang pilih dan tidak pandang bulu. Karena itu pula, menurut Kadir, KPK banyak mengalami serangan. Bahkan ada upaya untuk menghancurkan dan melemahkan KPK. "Pimpinan KPK nanti harus bisa menjaga wibawa hukum institusi ini," ujar Kadir. 

    Anggota Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi yang bergabung dalam diskusi ini antara lain Indonesian Corruption Watch dan Transparency International Indonesia serta sejumlah lembaga antikorupsi di Sulawesi Selatan.

    AKBAR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.