Disegel Polisi, Saritem Tetap Beroperasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasang garis polisi di salah satu rumah bordil di kawasan bekas lokalisasi Saritem, di Bandung, 25 Mei 2015. Jajaran Kepolisian Resort Kota Besar Bandung melakukan penyegelan puluhan rumah bordil di kawasan tersebut. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas memasang garis polisi di salah satu rumah bordil di kawasan bekas lokalisasi Saritem, di Bandung, 25 Mei 2015. Jajaran Kepolisian Resort Kota Besar Bandung melakukan penyegelan puluhan rumah bordil di kawasan tersebut. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Lokalisasi Saritem tetap beroperasi menjelang bulan puasa. Padahal wilayah yang terletak di Kota Bandung ini sudah resmi ditutup oleh Kepolisian Resor Besar Kota Bandung dan Pemerintah Kota Bandung pada pertengahan Mei lalu.

    Pantauan Tempo, pada Ahad, 14 Juni 2015, lokalisasi yang berada di Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, beberapa wisma masih menampung para pekerja seks untuk dijajakan kepada lelaki hidung belang. "Biasanya banyak, tapi sekarang sepi soalnya udah pada mudik," tutur seorang calo yang enggan menyebutkan namanya kepada Tempo. "Kebanyakan kan yang kerja di sini orang luar kota (Bandung)."

    Kendati tidak seramai sebelum digerebek oleh Polisi, ada saja pelanggan yang hilir mudik memasuki rumah-rumah yang menyediakan pekerja seks komersial (PSK). Sembari santai, beberapa di antara perempuan pekerja seks sedang menunggu giliran di ruang tamu wisma.

    Namun para PSK yang biasanya "ditampilkan" secara terbuka, kini disembunyikan di sebuah rumah. Para tamu pun tidak leluasa memilih PSK yang akan diajak berkencan. Berdasarkan pantauan Tempo, terdapat kurang lebih lima rumah yang masih menyimpan PSK.

    "Tinggal sedikit, sebagian pada pulang ke Jawa. Juga masih ada yang belum dikembalikan dari Dinas Sosial," ujar calo tersebut. "Nanti pas boboran (setelah lebaran) baru pada balik lagi."

    Lokalisasi Saritem digerebek Polisi pada 20 Mei 2015. Sebanyak 169 pekerja seks ditangkap oleh polisi untuk diserahkan ke panti Dinas Sosial. Adapun sebanyak 28 muncikari sudah ditetapkan menjadi tersangka, lantaran telah terbukti memeperkerjakan wanita dibawah umur sebagai pekerja seks.

    Selain itu, pihak kepolisian sudah menyegel puluhan rumah di lokalisasi Saritem yang dipastikan menjadi tempat praktik prostitusi. Kepala Polrestabes Bandung, pada tanggal 22 Mei lalu, mengatakan akan menurunkan sejumlah petugas di kawasan Saritem untuk mencegah lokalisasi tersebut kembali beroperasi.

    Calo tersebut mengatakan, kawasan saritem akan rehat beroperasi mulai H-2 bulan ramadhan. "Ya kan puasa, masa puasa masih buka. Malemnya juga tutup, apalagi siang," ujarnya. Ia pun mengatakan, kawasan ini akan kembali ramai pasca Ramadhan berakhir. "Biasanya mulai rame lagi nanti udah lebaran, soalnya para PSK udah kembali lagi," katanya.

    IQBAL LAZUARDI | HENGKY SULAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.