Banjir di Wajo, 53 Jiwa Mengungsi Terserak di Kecamatan Lain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak tertidur di lokasi penampungan pengungsi di Mesjid Agung Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (18/7). Sebanyak 146 kepala keluarga diungsikan dari lokasi banjir di Kelurahan Tempe yang ketinggiannya mencapai dua meter. TEMPO/Fahmi Ali

    Seorang anak tertidur di lokasi penampungan pengungsi di Mesjid Agung Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (18/7). Sebanyak 146 kepala keluarga diungsikan dari lokasi banjir di Kelurahan Tempe yang ketinggiannya mencapai dua meter. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO , Jakarta:Akibat banjir yang melanda delapan kecamatan di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, yang terjadi Kamis 4 Juni 2015 lalu, hingga Jumat 12 Juni 2015 malam masih 53 jiwa mengungsi di delapan kecamatan lainnya.

    Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan pers yang diterima Tempo, mengabarkan adanya kerugian materi berupa 15.020 unit rumah terendam 25 – 120 sentimeter, satu unit tanggul sungai jebol, tiga unit rumah hanyut, delapan unit rumah rusak berat, 15.795 hektar lahan pertanian rusak, 278 unit rumah tidak dialiri listrik.

    Jalan antar Kabupaten Wajo – Kabupaten Bone terputus sepanjang 30 meter akibat banjir. "Ini akibat hujan deras dan tanggul sungai yang jebol," kata Purwo.

    Para pengungsi berasal dari Kecamatan Kerra, Kecamatan Belawa, Kecamatan Maniang Pajo, Kecamatan Tana Sitolo, Kecamatan Tempe, Kecamatan Sabbang Paru Kecamatan Pamana Kecamatan Pitung Panua.

    Mereka diungsikan di rumah sanak saudaranya di Kecamatan Kerra, Kecamatan Belawa, Kecamatan Maniang Pajo, Kecamatan Tana Sitolo, Kecamatan Tempe, Kecamatan Sabbang Paru, Kecamatan Pamana, Kecamatan Pitung Panua.

    Untuk mengatasi keadaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wajo telah melakukan evakuasi, pendataan, mendirikan posko pengungsi dan memberikan bantuan berupa logistik. Telah ditetapkan status tanggap darurat 4 Juni 2015 sampai dengan 18 Juni 2015. ‘’Kebutuhan mendesak, kurangnya pangan dan air bersih,’’ ucap Purwo.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.