PGN Benarkan Dahlan Minta Dana Proyek Mobil Listrik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero), Dahlan Iskan, seusai memenuhi panggilan pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 4 Juni 2015. Dahlan diperiksa sebagai saksi terkait dengan kasus dugaan korupsi, proyek pengadaan dan pembangunan gardu induk Jawa Bali dan Nusa Tenggara tahun anggaran 2011-2013. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero), Dahlan Iskan, seusai memenuhi panggilan pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 4 Juni 2015. Dahlan diperiksa sebagai saksi terkait dengan kasus dugaan korupsi, proyek pengadaan dan pembangunan gardu induk Jawa Bali dan Nusa Tenggara tahun anggaran 2011-2013. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) membenarkan telah menggelontorkan dana untuk proyek pengadaan 16 mobil listrik tahun anggaran 2013. PGN bersama Bank Rakyat Indonesia dan Pertamina memberikan dana ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara sebesar Rp 32 miliar untuk pengadaan mobil berjenis micro bus dan electronic executive.

    "Kalau sampai beberapa BUMN mengeluarkan dana, itu pasti ada permintaan," kata Sekretaris Perusahaan PGN Herry Yusuf, Rabu, 10 Juni 2015.

    Herry menambahkan tak mengetahui detil soal proses permintaan dan pengeluaran dana untuk mobil yang rencananya diperuntukkan acara APEC 2013 tersebut. Ia hanya membenarkan sejumlah pejabat PGN telah menerima dan memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung.

    "Kami kooperatif, semua sudah dijelaskan rekan-rekan kami," kata dia.

    Herry menolak menceritakan secara gamblang soal peran Dahlan dalam meminta dana ke PGN. Ia juga berdalih tak tahu soal nasib proyek yang akhirnya gagal dan diubah jadi CSR ke enam universitas tersebut.

    Kejaksaan Agung mulai menyelidiki kasus mobil listrik pada Maret lalu. Sebanyak 17 saksi telah diperiksa yaitu dari BRI, PGN, Pertamina, rekanan, dsb. Dirut BRI 2013-2014 Sofyan Basir, Direktur Keuangan BRI 2013-2014 Ahmad Baiquni, dan Kepala Hubungan Kelembagaan PT PGN Santiaji Gunawan.

    Kejaksaan menduga adanya penyalahgunaan wewenang, penunjukan langsung, dan pengadaan barang tak sesuai spek. belakangan. Proyek ini juga dituduh tanpa melalui proses tender dan gagal total.

    FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.