Jadi Kepala BIN, Sutiyoso Diminta Mundur dari Partai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Sutiyoso harus mundur dari partai apabila telah resmi menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Sutiyoso saat ini menjadi Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, salah satu partai penyokong pemerintah.

    "Ya, harus mundur," kata Kalla seusai menutup Rapat Kerja Palang Merah Indonesia di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2015. 

    Pencalonan Sutiyoso, kata Kalla, sudah melalui berbagai pertimbangan. Ia menolak berkomentar lebih banyak terkait dengan pencalonan Sutiyoso sebagai pengganti Marciano Norman. "Nanti saja, kan sudah diajukan," katanya. 

    Presiden Joko Widodo menunjuk Sutiyoso untuk memimpin BIN. Surat penunjukan ini telah disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat tidak lama setelah Jokowi mengajukan nama Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI.

    Jokowi menjabarkan pertimbangannya mengajukan Sutiyoso sebagai Kepala BIN karena rekam jejaknya mantan Gubernur DKI Jakarta itu di dunia intelijen dan militer. Sutiyoso, kata Jokowi, dinilai berpengalaman dan memiliki kompetensi yang cukup dalam memimpin badan intelijen.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.