Bikin Penasaran, Fadli Zon Pamer Akik Raksasa, Bentuknya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Gerindra, Fadli Zon, memberikan keterangan kepada media usai menggelar pertemuan tertutup di Bakrie Tower, Jakarta, 29 Januari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Politikus Gerindra, Fadli Zon, memberikan keterangan kepada media usai menggelar pertemuan tertutup di Bakrie Tower, Jakarta, 29 Januari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat menggelar pameran batu akik di pelataran gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Dalam pameran itu, panitia juga memajang cincin batu akik raksasa koleksi Wakil Ketua DPR Fadli Zon. "Ini batu pancawarna asal Garut," kata panitia pameran, Isnur, di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa, 9 Juni 2015.

    Menurut Isnur, yang juga asisten Fadli, itu mengatakan, batu akik merah kecokelatan tersebut berbobot 70 kilogram. Tinggi cincin sekaligus batunya hampir mencapai lutut orang dewasa. Pada sisi rangka cincin terdapat ukiran timbul berlambang garuda, seperti simbol Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), partai asal Fadli Zon.

    Cincin batu akik raksasa tersebut dipajang di pintu masuk ruang pameran. Sebuah plakat di depannya menandakan batu ini tercatat sebagai cincin batu akik terbesar yang pernah masuk dalam Museum Rekor Dunia dan Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan kepada Fadli Zon pada 1 Juni 2015.

    Pengunjung pameran, Ahmad Ismanto, 36 tahun, langsung mengabadikan gambar diri bersama cincin raksasa itu. Ia mengaku pengagum Fadli Zon sejak lama, terlebih saat tahu Fadli pengoleksi akik. "Ini bagus sekali karena tak hanya langka di Indonesia tapi di dunia, membuat orang penasaran," kata karyawan swasta itu.

    Fadli Zon memamerkan sekitar 180 batu akik pada pameran itu. Jenis batu permata yang ia punya sangat bervariasi. Ada batu motif teratai, batu akik lumut suliki, bacan Maluku, pirus lokal, dan liontin berukir. Selain koleksi Fadli, terdapat ratusan koleksi batu akik milik anggota Dewan lainnya.

    Masyarakat bisa mengunjungi pameran ini pada jam kerja, 8-12 Juni 2015. Pameran ini tidak dipungut biaya sepeser pun.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.