Isu Beras Plastik, Warga Bojonegoro Pilih Beli Langsung dari Petani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh tani mengusung batang padi yang usai dipanen, buruh tani memiliki kondisi ekonomi yang mengenaskan, akibat permasalahan modal dan tidak memiliki lahan sendiri.  Demak, Jawa Tengah, 1 Mei 2015. Tempo/Budi Purwanto

    Buruh tani mengusung batang padi yang usai dipanen, buruh tani memiliki kondisi ekonomi yang mengenaskan, akibat permasalahan modal dan tidak memiliki lahan sendiri. Demak, Jawa Tengah, 1 Mei 2015. Tempo/Budi Purwanto

    TEMPO.CO , Bojonegoro:  Isu beras plastik membuat warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kini lebih berhati-hati. Mereka kini  memilih langsung membeli beras dari petani dan penggilingan padi keliling.

    Menurut Lely, 36 tahun, membeli beras langsung dari petani lebih aman karena dijamin tidak tercampur plastik. Selain di bawah harga pasar, beras relatif masih baru. “Kalau dimasak pulen berasnya,” katanya kepada Tempo Jumat 29 Mei 2015.

    Menurut Lely, sudah dua pekan ini, warga Bojonegoro mengaku resah dengan isu beras plastik. Diakui, bahwa isu beras plastik, juga sempat membuat keluarganya khawatir. “Jadi, aman kalau sudah langganan ke petani,” kata PNS di Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini.

    Di Bojonegoro ada beberapa  desa yang menjadi lumbung padi. Seperti  Desa Talok, Sumengko, Leran, Sukohardjo dan Ngringinrejo di Kecamatan Kalitidu. Juga beberapa desa di Kecamatan Trucuk, seperti Desa Banjarsari, Trucuk, Guyangan, dan Mori. Menjelang musim kemarau ini, justru sejumlah kecamatan di Bojonegoro, memasuki panen kedua.

    Kepala Bulog Divisi Regional III Bojonegoro Efdal Marlius Sulaiman mengatakan beras pembelian dari petani lewat distributor, sudah dijamin kwalitasnya. Sebab, beras yang masuk ke gudang Bulog di Tuban, Lamongan dan Bojonegoro, sudah melalui pemeriksaan yang ketat. Mulai dari kadar air Gabang Kering Giling di bawah 24 persen atau juga beras dengan kadar air di bawah 14 persen.”Ya, kita teliti betul,” katanya kepada Tempo.

    SUJATMIKO
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.