Polres Cianjur Telusuri Laporan Biji Plastik di Beras Bantuan Kemensos

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biji plastik di temukan warga penerima bantuan pangan non-tunai (BPNT) di Kecamatan Bojongpicung, Cianjur, Jawa Barat, bahkan hal yang sama juga kembali dilaporkan keluarga penerima manfaat di Kecamatan Cilaku. ANTARA/Ahmad Fikri

    Biji plastik di temukan warga penerima bantuan pangan non-tunai (BPNT) di Kecamatan Bojongpicung, Cianjur, Jawa Barat, bahkan hal yang sama juga kembali dilaporkan keluarga penerima manfaat di Kecamatan Cilaku. ANTARA/Ahmad Fikri

    TEMPO.CO, Cianjur - Polres Cianjur, Jawa Barat, kembali mendapat laporan terkait biji plastik yang ditemukan dalam karung beras bantuan Kementerian Sosial program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang diterima dua orang penerima manfaat di Kecamatan Cilaku.

    Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Mochamad Rifai mengatakan pihaknya tengah mengusut terkait temuan biji plastik di dalam karung beras bantuan di Kecamatan Bojongpicung, muncul kembali laporan yang sama dari Kecamatan Cilaku, dimana dua orang warga menemukan biji plastik dalam karung yang mereka dapatkan dari e-Warung.

    "Selang beberapa hari, ketika kami masih mengusut temuan di Kecamatan Bojongpicung, petugas kembali mendapat laporan yang sama di Kecamatan Cilaku, sehingga kami akan mendalami kedua kasus tersebut karena terjadi di dua wilayah yang jaraknya berjauhan," ujarnya, Selasa 29 September 2020.

    Ia menjelaskan, berdasarkan laporan warga hanya menemukan beberapa butir biji plastik di dalam karung, berbeda dengan yang ditemukan warga di Kecamatan Bojongpicung yang jumlahnya mencapai puluhan butir biji plastik. Sehingga pihaknya akan menelusuri apakah ada unsur sengaja atau tidak dalam kasus tersebut.

    Polres Cianjur telah menugaskan anggota untuk melakukan penyelidikan terkait unsur sengaja atau tidak, sehingga ada biji plastik dalam karung beras bantuan dari Kemensos itu. "Kita tunggu hasil penyelidikan untuk memastikan hal tersebut," ucap dia.

    Untuk menindaklanjuti kasus tersebut, pihaknya akan kembali memanggil supplier yang dapat dijerat dengan kasus pidana, jika ditemukan unsur kesengajaan di dalamnya. "Supplier tetap harus bertanggung jawab, kalau terbukti kita akan seret kasus pidana-nya," kata Rifai menegaskan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.