Kemendagri Perintahkan Daerah Cairkan Dana Pilkada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reydonnyzar Moenek Kapuspen Departemen Dalam Negeri. Tempo/Jati Mahatmaji

    Reydonnyzar Moenek Kapuspen Departemen Dalam Negeri. Tempo/Jati Mahatmaji

    TEMPO.CO, JakartaKementerian Dalam Negeri memerintahkan pemerintah daerah mencairkan anggaran pemilihan kepala daerah agar Komisi Pemilihan Umum Daerah bisa segera bekerja. Kementerian memberi tenggat waktu hingga 3 Juni mendatang.

    "Kami akan kirim radiogram hari ini juga ke bupati, wali kota, dan gubernur yang daerahnya menggelar pilkada agar segera mencairkan anggaran dalam waktu secepatnya dan sesingkatnya," kata Direktur Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek, usai rapat koordinasi dengan KPU, Kamis, 28 Mei 2015.

    Tenggat itu diberikan karena KPU Daerah mulai melaksanakan tahapan pilkada selanjutnya, yaitu penyerahan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) ke KPU Pusat. Segala kegiatan ini membutuhkan dana.

    Bila dana tak kunjung turun, Reydonnyzar mengatakan, Kementerian meminta pemerintah daerah menandatangani surat komitmen pencairan dana pilkada. "Kalau tidak bisa sebelum tanggal 3 Juni, kami minta mereka buat surat komitmen mintanya kapan," kata dia.

    Dari 269 daerah--terdiri dari 9 provinsi dan 260 kabupaten dan kota--peserta pilkada serentak, Kementerian mencatat 267 daerah yang sudah meneken Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). NPHD ini merupakan dasar agar pemerintah daerah menghibahkan dana APBD untuk penyelenggaran pilkada.

    Sementara itu, hanya tinggal dua pemerintah daerah yang belum selesai membahas NPHD dengan KPUD. "Mereka sudah janji akan selesai sebelum tanggal 1 Juni," kata Reydonnyzar. "Kemudian akan langsung mencairkan."

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.