Sebelum Tewas Ditabrak, Faiz Minta Maaf pada Keluarga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.untrr.ro

    Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.untrr.ro

    TEMPO.CO, Cianjur - Tabrakan beruntun yang melibatkan bus pariwisata HP Trans bernomor polisi D-7564A-F yang mengangkut rombongan SD Gentra, Taman Kopo Indah, Bandung, dengan truk engkel, truk double, Toyota Avanza warna silver, Suzuki APV, dan angkutan umum, ternyata menyisakan duka mendalam bagi keluarga Faiz, 22 tahun.

    Pria asal Kampung Panembong Girang, Desa Mekarsari, Cianjur, Jawa Barat, itu menjadi korban kecelakaan saat berjalan kaki di pinggir jalan. Menurut Pian Sopian, 25 tahun, paman korban, Faiz sehari-hari jarang ke luar rumah. Saat kejadian keponakannya hendak pergi tahlilan 40 hari kematian kakeknya di kampung sebelah.

    Sepulang tahlilan, saat berjalan di pinggir jalan itulah Faiz tertabrak bus yang mengalami rem blong. "Kata saksi, Faiz berjalan di pinggir jalan. Tiba-tiba tubuhnya menghilang saat sebuah bus nyelonong. "Ternyata ia terbawa bus dan tubuhnya ditemukan tergeletak beberapa meter dari lokasi," ujar Pian, Rabu, 27 Mei 2015.

    Pian menjelaskan, sehari sebelum kejadian, tak biasanya Faiz menyalami semua saudara-saudaranya dan meminta maaf. Padahal, tak ada peristiwa apa-apa. "Wajahnya saat itu tampak pucat sekali," kata Pian.

    Bus pariwisata HP Trans meluncur dari arah Cipanas ke arah Cianjur. Bus terlibat tabrakan beruntun di Jalan Ir H Djuanda, Panembong, pukul 21.00 WIB, Selasa, 26 Mei 2015. Dua orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.

    Tabrakan terjadi saat bus yang meluncur dengan kecepatan tinggi menabrak sebuah truk engkel, truk double, Toyota Avanza warna silver, Suzuki APV, dan angkutan umum. Selain mobil, bus juga melindas sepeda motor dan pejalan kaki. Tabrakan diduga akibat rem bus mengalami blong. Seluruh korban dibawa ke RSUD Cianjur.

    DEDEN ABDUL AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.