Buaya Muncul di Sungai Porong, BKSDA: Mungkin Cari Makan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buaya terlihat di Sungai Crocodile di Taman Nasional Kruger di putaran pertama kompetisi golf Alfred Dunhill Championsip di Leopard Creek Country Golf Club, di Malelane, Afrika Selatan, 11 Desember 2014. Richard Heathcote/Getty Images

    Buaya terlihat di Sungai Crocodile di Taman Nasional Kruger di putaran pertama kompetisi golf Alfred Dunhill Championsip di Leopard Creek Country Golf Club, di Malelane, Afrika Selatan, 11 Desember 2014. Richard Heathcote/Getty Images

    TEMPO.CO, Sidoarjo-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur menduga kawanan buaya muara yang muncul di perairan Sungai Porong, Dusun Awar-Awar, Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo  untuk mencari makan. Meski demikian  BKSDA masih mengamati kecenderungan buaya itu sampai beberapa hari kedepan.

    "Paling tidak kami amati tiga sampai empat hari ke depan," kata Kepala Seksi Konservasi  BKSDA Jawa Timur Wiwid Widodo kepada Tempo, Rabu, 27 Mei 2015.

    Menurut Wiwid alasan BKSDA  memantau selama lima hari sampai satu minggu untuk mengukur keberadaan buaya-buaya itu di aliran Sungai Porong. Jika sampai satu minggu berturut-turut buaya tersebut masih berada di tempat yang sama, artinya binatang melata itu telah bermigrasi dari tempatnya yang lama untuk mencari ekosistem  baru. "Kalau dia (buaya) di situ terus berarti sungai di Dusun Awar-Awar itu tempat tinggalnya yang baru," ujar Wiwid.

    Namun jika ternyata selama lima hari sampai satu minggu buaya tersebut tidak muncul kembali, maka kemungkinan satwa itu hanya berenang ke perairan Dusun Awar-Awar untuk mencari makanan. Bila kemungkinan itu benar, kata Wiwit,  tempat tersebut tidak perlu dijadikan sebagai area konservasi buaya atau dilakukan penangkapan  untuk dievakuasi.

    "Kalau seminggu dia masih disitu ya kami akan memindah buaya muara itu. Atau memberi tanda bahwa lahan itu masuk area konservasi buaya, agar masyarakat tidak mendekat," tutur Wiwid.

    Sejauh ini, Wiwid menjelaskan, belum ada tanda-tanda bahwa kemunculan buaya tersebut membahayakan keselamatan warga. Sebab jarak antara aliran sungai tempat kemunculan buaya tersebut dengan permukiman warga masih  jauh.  "Hari ini tadi  buayanya tidak muncul sama sekali," ujar dia.

    Sebelumnya sejumlah buaya dilaporkan muncul ke permukaan  Sungai Porong. Polisi mengimbau setiap kepala desa menenangkan warganya. Polisi mengatakan masih menyelidiki kemunculan tiga-empat ekor buaya itu. "Kami sudah terima laporan adanya buaya itu," kata Kepala Kepolisian Resor Sidoarjo Ajun Komisaris Besar Anggoro Sukartono.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.