'Jangan Ngomong Indonesia Langgar HAM, Bantu Rohingya!'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wanita dan anak-anak pengungsi suku Rohingya tiba di Simpang Tiga, Aceh, setelah diselamatkan nelayan, pada 20 Mei 2015. Para pengungsi berasal dari Bangladesh dan Myanmar.  AP/Binsar Bakkara

    Sejumlah wanita dan anak-anak pengungsi suku Rohingya tiba di Simpang Tiga, Aceh, setelah diselamatkan nelayan, pada 20 Mei 2015. Para pengungsi berasal dari Bangladesh dan Myanmar. AP/Binsar Bakkara

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan keputusan yang diambil pemerintah untuk membantu pengungsi etnis Rohingya sesuai dengan dasar negara Indonesia, Pancasila. "Masalah peri kemanusiaan ada di dalam Pancasila," kata Ryamizard kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Selasa 26 Mei 2015.

    Sebagai bangsa yang menjunjung nilai kemanusiaan, sudah seharusnya pemerintah mengedepankan pertolongan bagi kaum Rohingya. Tak mungkin pemerintah tega membiarkan ratusan etnis Rohingya terombang-ambing di lautan dengan kapal kayu berukuran kecil.

    Jika dibiarkan, sama saja pemerintah membiarkan etnia Rohingya mati pelan-pelan tenggelam di laut. "Jadi pemerintah bantu dulu mereka, urusan politik luar negeri itu belakangan," kata Ryamizard.

    Pemerintah juga meminta negara-negara lain di kawasan ASEAN ikut membantu menyelamatkan pengungsi Rohingya. Ryamizard menagih janji beberapa negara yang mengaku menjunjung tinggi hak asasi manusia untuk ikut membantu etnis Rohingya.

    "Jangan hanya ngomong kalau Indonesia pelanggar HAM, kalau berani bantu Rohingya! Jangan biarkan mereka mati," kata Ryamizard.

    Sekitar 677 pengungsi diselamatkan nelayan Aceh ketika terombang-ambing di tengah laut. Sebanyak 421 pengungsi merupakan warga Bangladesh, semuanya laki-laki. Sedangkan pengungsi Rohingya berjumlah 256 orang, terdiri atas laki-laki, perempuan, dan anak-anak.

    Gelombang pengungsi ini merupakan yang kedua yang tiba di Aceh dalam satu pekan terakhir. Sebelumnya, hampir 600 pengungsi terdampar di Lhoksukon dan kini menempati lokasi pengungsian di Tempat Pelelangan Ikan Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Aceh Utara.

    Etnis Rohingya terusir dari tanah mereka di Myanmar. Selama berpuluh-puluh tahun mereka hidup menderita karena diskriminasi oleh pemerintah dan kelompok Buddha di sana. Padahal pada Desember lalu Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak pemberian hak kewarganegaraan penuh kepada warga Rohingya

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.