Kronologi Dua Teroris Kelompok Santoso Tewas di Poso  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personil Brimob berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Kapolda Sulteng, Brigjen Idham Azis, mengatakan sepanjang Januari-Maret 2015, sebanyak 12 warga Poso ditangkap terkait kelompok jaringan teroris pimpinan Santoso. ANTARA/Zainuddin MN

    Sejumlah personil Brimob berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Kapolda Sulteng, Brigjen Idham Azis, mengatakan sepanjang Januari-Maret 2015, sebanyak 12 warga Poso ditangkap terkait kelompok jaringan teroris pimpinan Santoso. ANTARA/Zainuddin MN

    TEMPO.CO, Palu - Kepolisian Republik Indonesia baku tembak dengan kelompok bersenjata pimpinan Santoso Abu Wardah di Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam, 24 Mei 2015. Dalam peristiwa di wilayah pegunungan Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir Utara itu, dua kelompok Santoso tewas, sementara dua anggota polisi dari satuan Brigade Mobile Kelapa Dua dikabarkan terkena luka tembak.

    “Ya, kejadiannya semalam sekitar pukul 18.45 WITA,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Markas Polisi Daerah Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto, Senin, 25 Mei 2015.

    Dia mengatakan dua orang bersenjata yang tewas tersebut diduga kuat adalah kelompok teroris di bawah kendali Santoso Abu Wardah, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur yang selama ini menjadi incaran polisi. Hingga saat ini kedua korban yang tewas dalam baku tembak itu masih dalam evakuasi. “Saat ini sedang dalam evakuasi, pergeseran,” ujar Hari tanpa menyebut kondisi kedua anggota polisi yang dikabarkan terkena luka tembak.

    Namun berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, kedua anggota Brimob yang terluka tembak itu adalah Bripka I Wayan Pande, yang mengalami luka-luka tembak di lengan sebelah kiri, dan Brigadir I Wayan Sudanta, yang mengalami luka robek di kepala bagian atas (diduga akibat benturan). Sementara kedua terduga teroris belum teridentifikasi.

    Dalam baku tembak, polisi juga menyita sejumlah peralatan milik kelompok teroris tersebut. Hari menyebut barang bukti yang diamankan itu antara lain satu pucuk senjata api M16, dua buah magazen M16, 20 butir amunisi kaliber 5,56 mm, dua bom lontong, serta sebilah parang.

    Hingga saat ini perburuan teroris itu masih dilakukan. Polisi menduga kelompok teroris itu masih bersembunyi di sekitar hutan pegunungan Gayatri. Operasi pencarian kelompok teroris ini tergabung dalam sandi Camar Maleo II yang telah dimulai pada pekan lalu dengan kekuatan sekitar seribu personel polisi.

    Sebelumnya, pada awal April lalu baku tembak antara pasukan polisi dan kelompok bersenjata jaringan Santoso juga terjadi. Dalam baku tembak, dua anggota teroris masing-masing Daeng Koro dan Imam juga tewas saat kontak senjata di wilayah hutan Kabupaten Parigi Moutong.

    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.