Ini Anggota Tim Perunding Islah Kubu Agung Laksono  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono memimpin Rapat Pimpinan Nasional II Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, 19 Mei 2015. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono memimpin Rapat Pimpinan Nasional II Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, 19 Mei 2015. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Partai Golkar Bidang Hukum hasil Musyawarah Nasional Jakarta, Lawrence Siburian, mengatakan timnya masih menyusun rencana teknis islah yang akan dirundingkan bersama Jusuf Kalla. Tim yang beranggotakan empat orang itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum Agung Laksono.

    "Tim kami terdiri atas ketua-ketua, bidang organisasi, kaderisasi, hukum, dan pemenangan pemilu," kata Lawrence di kantor DPP Partai Golkar, Ahad, 24 Mei 2015.

    Anggota tim yang dimaksud Lawrence yaitu Ketua Bidang Organisasi Ibnu Munzir, Ketua Bidang Kaderisasi Agun Gunandjar Sudarsa, Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Lawrence Siburian, dan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Djasri Marin. Menurut Lawrence, penanggung jawab tim tersebut adalah Wakil Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Golkar.

    Ia mengatakan hingga kini timnya belum merumuskan solusi perdamaian dengan kubu Aburizal. Namun pihaknya memastikan islah tersebut bukan berarti kedua kubu membentuk kepengurusan baru yang akan didaftarkan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Islah, kata Lawrence, hanya menyangkut soal penjaringan kader menjelang pendaftaran pemilihan kepala daerah.

    "Semua kader akan diajukan lewat satu pintu, tapi berdasarkan survei yang obyektif dan independen," kata dia. "Yang penting nama-nama calon disusun bersama oleh kedua kubu agar bisa ikut pilkada," kata Lawrence.

    Tak hanya merundingkan kader mana yang bakal diverifikasi DPP, kedua kubu juga akan membicarakan metode survei penjaringan calon kepala daerah. "Jangan sampai hasil survei yang menunjukkan satu calon disetujui Pak Agung, tapi Pak Ical tak setuju," katanya.

    Siang ini, tim Agung melanjutkan rapat perihal teknis islah serta pengajuan permohonan banding terhadap putusan pengadilan tata usaha negara. Rencananya Agung menyerahkan berkas permohonan banding besok siang bersamaan dengan pengajuan permohonan peninjauan kembali peraturan Komisi Pemilihan Umum ke Mahkamah Agung. Pekan depan, Agung akan bertemu dengan Jusuf Kalla untuk melanjutkan rapat islah. 

    "Hari ini tak ada agenda bertemu dengan JK. Mungkin Selasa atau Rabu pekan depan," kata Sekretaris Jenderal Zainuddin Amali di kantor DPP Partai Golkar.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.