Ayah Sakit, Keluarga Erri Yunanto Menolak Diwawancara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang menunjukkan posisi terakhir Eri Yunanto, yang dipotret sesaat sebelum terjatuh ke kawah Gunung Merapi pada Sabtu kemarin. Menurut saksi, ia terjatuh karena terpeleset seusai berfoto dari atas Puncak Garuda. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Foto yang menunjukkan posisi terakhir Eri Yunanto, yang dipotret sesaat sebelum terjatuh ke kawah Gunung Merapi pada Sabtu kemarin. Menurut saksi, ia terjatuh karena terpeleset seusai berfoto dari atas Puncak Garuda. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.COBoyolali - Pelaksana Harian Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Tri Atmojo mengatakan keluarga Erri Yunanto, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang terjatuh di Gunung Merapi, meminta awak media tidak menanyai mereka. 

    "Sudah banyak yang meliput ke rumah korban di Sleman. Tadi pihak keluarga meminta supaya jangan diwawancara dulu karena masih terpukul dengan kejadian ini," ujar Tri, Selasa, 19 Mei 2015.

    Tri melanjutkan, dari pihak keluarga, ada kakak korban yang menunggu berlangsungnya evakuasi di Selo. "Ayahnya juga sedang sakit, jadi tolong jangan ditanya-tanya, kasihan," ujarnya.

    Berdasarkan pantauan Tempo, terlihat puluhan teman-teman Erri dari Universitas Atma Jaya yang menunggu informasi terbaru tentang evakuasi sahabat mereka tersebut di Resort Selo Balai TNGM. Sahabat Erri yang berasal dari kelompok mahasiswa pencinta alam Universitas Atma Jaya bergabung dengan tim SAR.

    Terlihat pula deretan kendaraan evakuasi milik tim SAR gabungan serta satu mobil ambulans milik Pemerintah Kabupaten Sleman terparkir di Resort Selo Balai TNGM. Adapun menurut informasi dari Resort Selo Balai TNGM, jalur pendakian Merapi dari Selo masih ditutup untuk memperlancar proses evakuasi.

    Erri, yang masih tercatat sebagai mahasiswa semester VI Jurusan Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta, terjatuh ke kawah puncak Merapi pada Sabtu, 16 Mei 2015, sekitar pukul 11.00 WIB. Erri terpeleset saat hendak turun dari bongkahan batu besar yang biasa disebut Puncak Garuda karena rapuhnya permukaan batu di sana.

    MUHAMMAD RIFQY FADIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.