Aktivis Aceh Bentuk Aliansi Peduli Rohingya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Rohingya (AMPERA) melakukan aksi solidaritas untuk masyarakat muslim Rohingya, di Bundaran Majestik Medan, Sumut, Selasa (7/8). ANTARA/Irsan Mulyadi

    Sejumlah pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Rohingya (AMPERA) melakukan aksi solidaritas untuk masyarakat muslim Rohingya, di Bundaran Majestik Medan, Sumut, Selasa (7/8). ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO , Banda Aceh:Para aktivis Aceh yang bergerak di sejumlah organisasi kebudayaan tergerak untuk membantu ratusan etnis Rohingya yang terdampar di Aceh Utara dan Kota Langsa. Mereka membentuk Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Rohingya (AMAPR).

    Aliansi tersebut dikenalkan kepada publik dalam sebuah seminar yang digagas komunitas Persaudaraan Aceh untuk Kemanusiaan, yang membahas persoalan keberadaan etnis Rohingya. “Kami akan terus memperjuangkan tempat untuk pengungsi Rohingya,” kata Muhajir Ibnu Marzuki, ketua panitia seminar di Banda Aceh, Senin 18 Mei 2015.

    Menurut Muhajir, hal lain yang diperjuangkan adalah menggelar unjuk rasa kemanusiaan, konser amal, dan konferensi internasional untuk Rohingya. Semua hal tersebut untuk mencari solusi terhadap etnis Rohingya, agar diperhatikan dunia internasional.

    Peneliti peradaban Islam, Taqiyuddin Muhammad mengatakan Aceh menolong Rohingya karena pengaruh ajaran agama dan tuntutan hati nurani manusia. Muhajir menegaskan, banyak persoalan-persoalan yang terjadi bagi muslim di seluruh dunia yang jika diutarakan, tak pernah ada yang menanggapi. “Jadilah Aceh yang menanggapi dan berusaha untuk bisa menjadi penyelesaikan setiap persoalan tersebut.”

    Menurut Muhajir, masyarakat Aceh yang menolong Rohingya merupakan satu propinsi yang kecil, namun yang mengalir dalam darah masyarakat adalah daulah dan yang mementingkan segala persoalan internasional. “Perlu segera mencari solusi yang lebih baik bagi Rohingya. Aceh harus mengambil tanggung jawab itu, ambillah peran dalam persoalan internasional,” kata Muhajir.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.