Keraton Kisruh, Yogya Tetap Panen Wisatawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan yang memadati kawasan Keraton dan Alun-Alun Utara Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Wisatawan yang memadati kawasan Keraton dan Alun-Alun Utara Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Meski Keraton Yogyakarta sedang kisruh gara-gara Sultan Hamengku Buwono X mengubah namanya menjadi Sultan Hamengku Bawono X dan mengubah gelarnya, wisatawan tetap membeludak saat libur panjang pekan ini.

    "Malioboro sejak awal pekan ini kalau malam hari sudah seperti ada pertandingan bola, ramai sekali dan kendaraan antre masuk," ujar Koordinator Keamanan, Ketertiban, dan Lalu Lintas Unit Pelaksana Teknis Malioboro Ahmad Syamsuddin kepada Tempo, Kamis, 14 Mei 2015.

    Bahkan jumlah wisatawan yang menyesaki kawasan Malioboro membengkak hingga lima kali lipat. "Dari rata-rata 1.200 kunjungan per hari, mulai Selasa, 12 Mei 2015, sudah sekitar 5.000 kunjungan per hari," ujar Syamsuddin. Dia mendapat hitungan itu berdasarkan jumlah kendaraan yang melintas.

    Syamsuddin menegaskan, polemik internal Keraton Yogyakarta yang menghangat dan mulai munculnya protes sebagian masyarakat tak mempengaruhi kunjungan wisatawan. Spanduk protes warga Yogyakarta bertuliskan “Kembalikan Paugeran" terpajang di kawasan padat wisatawan di sekitar Keraton Yogyakarta itu. "Tapi tak ada wisatawan yang merasa khawatir dengan polemik itu, karena sejauh ini aman-aman saja di tingkat masyarakat," ujarnya.

    Kepala Unit Pelaksana Taman Pintar, Yunianto Dwi Sutono, juga menyebutkan tak ada pengaruh berarti dari polemik sabda raja itu terhadap kunjungan wisatawan ke tempat wisata keluarga itu. "Kunjungan malah terus meningkat setiap hari sejak awal pekan ini, di atas angka 4.000 kunjungan per hari dari normalnya 1.000 kunjungan per hari," ujar Yunianto. Bahkan, pada Rabu, 13 Mei 2015, angka kunjungan wisatawan ke Taman Pintar sudah menembus  7.000 orang per hari.

    Manajer Pemasaran Kebun Binatang Gembira Loka Joseph Kurniawan menyatakan ontran-ontran di Keraton Yogyakarta sama sekali tak berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke kebun binatang itu yang memang sudah meningkat sejak akhir April 2015. "Malah bulan Mei ini kunjungan naik terus per hari meski harga tiket sudah dinaikkan," ujarnya.

    Gembira Loka mencatat, angka kunjungan wisatawan selama Januari hingga awal Mei ini sudah sekitar 600 ribu orang. Pada April, kebun binatang itu dikunjungi sekitar 75 ribu orang. Gembira Loka pada 1 Mei-16 Juli ini menaikkan harga tarif dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu per orang. Sedangkan pada 17 Juli-2 Agustus harga tiket dinaikkan menjadi Rp 30 ribu per orang.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.