Penggalian Kanal Air Zaman Majapahit Butuh Pembebasan Lahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengrajin batu bata di Trowulan,  Mojokerto, Jawa Timur, menemukan struktur batu bata kuno yang diduga kanal peninggalan Kerajaan Majapahit, 12 Mei 2015. TEMPO/Ishomuddin

    Pengrajin batu bata di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, menemukan struktur batu bata kuno yang diduga kanal peninggalan Kerajaan Majapahit, 12 Mei 2015. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.COMojokerto - Arkeolog yang juga Ketua Kelompok Kerja Perlindungan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Nugroho Harjo Lukito, berharap ada kebijakan pemerintah membebaskan sejumlah lahan masyarakat, yang di dalamnya diduga terpendam bangunan kanal atau saluran air peninggalan Kerajaan Majapahit.

    Harapan Nugroho dikemukakan setelah perajin batu bata di Dusun Nglinguk, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menemukan struktur dinding batu bata kuno. Diduga dinding batu bata ini bagian dari bangunan kanal atau saluran air di zaman Kerajaan Majapahit abad ke-13 sampai 15 Masehi. (Baca juga: Bangunan Diduga Kanal Air Zaman Majapahit Ditemukan)

    “Kalau ada kebijakan anggaran untuk membebaskan lahan, kami bisa lebih leluasa mengungkap secara luas dan utuh apa saja yang terpendam di dalamnya,” kata Nugroho, Rabu, 13 Mei 2015.

    Menurut Nugroho, dalam waktu dekat dia bersama sejumlah petugas BPCB akan melakukan penggalian atau ekskavasi di lokasi temuan. “Ini temuan yang signifikan dan kami akan gali, karena bangunan kanal sangat jarang ditemukan,” ujarnya.

    Nugroho menjelaskan, masih ada perbedaan pendapat antara para peneliti mengenai keberadaan kanal air di zaman Kerajaan Majapahit di Trowulan. Ada yang mengatakan kawasan Kerajaan Majapahit dialiri banyak kanal. Namun ada juga yang tidak sependapat dan mengatakan tidak ada kanal. ”Penggalian yang akan dilakukan bisa menambah bahan kajian arkeologi,” ucapnya.

    Dia juga berharap pihak-pihak lain yang kompeten dalam penelitian arkeologi, khususnya yang berkaitan dengan Kerajaan Majapahit, bisa berpartisipasi. Pihak-pihak tersebut bisa dari kalangan akademikus maupun lembaga pemerintahan dan swasta lainnya. “Kalau bersama-sama diteliti akan lebih efektif,” tuturnya.

    Kepala Seksi Perlindungan, Pemanfaatan, dan Pengembangan BPCB Trowulan, Edhi Widodo, mengatakan petugas BPCB Trowulan telah meninjau lokasi temuan. “Beberapa kali petugas kami sudah meninjau dan meminta perajin batu bata agar tidak menggali di lokasi temuan,” katanya.

    Bangunan batu bata, yang diduga kanal air peninggalan Majapahit, juga pernah ditemukan tim Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia (PATI) jilid II pada 2012. Tim PATI melibatkan arkeolog dan mahasiswa dari empat universitas, yakni Universitas Indonesia, Jakarta; Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta; Universitas Udayana, Bali; dan Universitas Hasanuddin.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.