Tiket Kereta Arus Balik Lebaran Dijual 18 Mei

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang turun dari kereta Kutoarjo saat arus balik pemudik di Stasiun Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, (11/8). TEMPO/Prima Mulia

    Penumpang turun dari kereta Kutoarjo saat arus balik pemudik di Stasiun Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, (11/8). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Bandung:  Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II Bandung Zunerfin mengatakan pemesanan tiket kereta Lebaran itu dibuka dalam dua termin. Pertama, untuk jadwal mudik Lebaran dibuka sejak 11 Mei 2015 untuk jadwal kereta antara 10 Juli 2014 sampai 16 Juli 2015. Sementara termin selanjutnya untuk tiket arus balik Lebaran.

    “Tiket kereta untuk arus balik bisa dipesan sejak 18 Mei 2015, untuk keberangkatan 17 Juli 2015 sampai 26 Juli 2015,” kata Zunerfin saat dihubungi Tempo, Selasa, 12 Mei 2015.

    Menurut Zunerfin, total kursi kereta Lebaran yang disediakan setiap harinya berjumlah 1.728 tempat duduk untuk tiga kereta tersebut. “Jadi dengan kereta reguler, PT KAI Daerah Operasi II menyediakan seharinya sampai 9 ribu tempat duduk untuk angkutan Lebaran,” kata Zunerfin.

    Zunerfin mengatakan, seluruh tiket kereta masa angkutan Lebaran itu baru ludes untuk jadwal kereta pada tanggal tertentu dan mayoritas untuk perjalanan ke arah timur seperti Solo, Yogyakarta, serta Surabaya. “Untuk yang ke arah timur, stoknya hampir habis, untuk tanggal 13 Juli 2015 sampai 17 Juli 2015,” kata Zunerfin.

    Zunerfin memerinci, tiket kereta untuk jadwal angkutan Lebaran 14 Juli 2015 sampai 16 Juli 2015 sudah tandas, baik kereta reguler serta kereta Lebaran, selebihnya sudah tipis. “Sisanya (di luar tanggal itu), masih banyak,” kata Zunerfin.

    Zunerfin mengatakan, PT Kereta Api belum memutuskan penambahan gerbong kereta untuk masa perjalanan angkutan Lebaran nanti. “Kita tidak menjanjikan, tapi kalau ketersediaan sarana masih ada, akan diberikan (gerbong tambahan) digandengkan dengan kereta tertentu. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” kata Zunerfin.

    Zunerfin meminta para calon penumpang yang berniat mudik dengan kereta api, agar tidak membeli tiket di stasiun kereta. Zunerfin beralasan, mayoritas calon penumpang memilih memesan tiket dengan sistem online. “Kalau membeli di stasiun, kadang antrinya lama. Sehingga bisa tidak kebagian tiket,” kata Zunerfin.

    Zunerfin mengatakan, pembelian tiket kereta api saat ini dilayani di sejumlah lokasi. Mulai dari gerai minimarket, kantor pos, hingga lewat situs internet. “Kita harapkan calon penumpang agar merencanakan kepergiannya jauh-jah hari sebelumnya,” kata Zunerfin.

    Jumlah kereta tambahan Lebaran tahun ini tidak berbeda dengan musim Lebaran setahun lalu. Pada angkutan Lebaran 2014, PT Kereta Api Daerah Operasi II Bandung juga mengoperasikan tiga kereta tambahan untuk angkutan Lebaran yakni KA Pasundan, KA Kutojaya Selatan, serta KA Lodaya Lebaran (Bandung-Solo). Tapi Lebaran tahun lalu, PT Kereta Api masih menyiapkan gerbong kereta tambahan khusus angkutan Lebaran.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.