Pedagang Pasar Johar Direlokasi Sementara di Pasar Modern  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga sekitar Pasar Johar Semarang berusaha memadamkan api, dengan menyiramkan air dengan ember. Semarang, 10 Mei 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    Warga sekitar Pasar Johar Semarang berusaha memadamkan api, dengan menyiramkan air dengan ember. Semarang, 10 Mei 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Semarang - Pedagang Pasar Johar Kota Semarang direlokasi sementara di pasar modern, tepatnya di gedung Matahari, Jalan Agus Salim, pasca-kebakaran pada 9 Mei lalu. Relokasi itu berdasarkan rekomendasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui pedagang Johar.

    “Untuk berdagang sementara, Gubernur memberikan tempat di Matahari lantai tiga dan empat,” kata koordinator paguyuban pedagang pasar Johar unit 'Sabar Menanti', Muhlisan, Selasa, 12 Mei 2015.

    Selain mendapat tempat berdagang sementara di pasar modern, gubernur juga menyarankan agar pedagang Pasar Johar menempati lantai atas Pasar Bulu dan lahan parkir Pungkuran. “Meski sebenarnya kami keberatan menempati lahan yang ditunjuk itu, inginnya kami berada di Jalan Agus Salim,” kata Muhlisan.

    Muhlisan segera berkoordinasi dengan anggotanya yang mencapai 150 orang. Ia berharap anggotanya bisa menentukan sikap secepatnya untuk memilih tempat yang ditawarkan tersebut.

    Hasil pantauan Tempo di Pasar Johar menunjukkan para pedagang masih bingung menentukan tempat berdagang sementara. Bahkan di Jalan Agus Salim, tepatnya depan Matahari, terjadi kekhawatiran dari pedagang kaki lima akibat ulah sejumlah orang yang mencoret kode lapak di sebuah jalan yang selama ini ditempati mereka.

    “Kami khawatir jalan ini ditempati pedagang dalam yang menjadi korban kebakaran,” kata koordinator pedagang kaki lima di Jalan Agus Salim, Sugiyanto.

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.