Tahun Ajaran 2015, IPB Terima 3.500 Mahasiswa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Universitas IPB Bogor, para mahasiswa bergandengan tangan dalam aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD. Bogor, 19 Maret 2015. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Logo Universitas IPB Bogor, para mahasiswa bergandengan tangan dalam aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD. Bogor, 19 Maret 2015. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO , Bogor: Kepala Kantor Hukum, Promosi, dan Humas Institut Pertanian Bogor (IPB), Yatri Indah Kusumastuti, mengatakan, IPB menentukan sebanyak 3.500 orang calon mahasiswa yang akan diterima untuk belajar di 9 fakultas dan 1 sekolah binis pada tahun akademik 2015.

    "Kuota penerimaan mahasiswa baru IPB tahun 2015 ini sebanyak 3.500 orang," kata Yatri kepada Tempo, Senin, 11 Mei 2015.

    Yatri mengatakan, agar bisa masuk dan diterima menjadi mahasiswa di IPB dapat dilakukan melalui tiga proses seleksi, yakni menggunakan jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur seleksi nilai raport. "Pendaftaran melalui jalur SNMPTN ini sudah dilakukan bahkan hasil kelulusan calon mahasiswa yang akan diterima sudah diumumkan pada 9 Mei 2015 lalu," kata dia.

    Jalur kedua yang dapat ditempuh oleh masyarakat untuk bisa masuk dan diterima di IPB, yakni menggunakan jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang dilakukan secara serentak secara nasional, Untuk jalur SBMPTN ini IPB menjadi panitia lokal untuk wilayah Bogor dan lima kota lainya.

    Sedangkan proses ketiga masyarakat dapat menggunakan jalur mandiri atau jalur khusus, di antaranya jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD). "Ketiga jalur tersebut memiliki kuota mahasiswa yang akan diterima oleh IPB, masing-masing, yakni SNMPTN sebanyak 60 persen, SBMPTN 30 persen, dan jalur khusus 10 persen," ujar Yatri.

    Sekretaris Panitia Lokal SBMPTN untuk regional Bogor, Agus Setiana, mengatakan untuk proses pendaftaran SBMPTN melalui online dengan cata mengakses di di https://sbmptn.or.id. Untuk mengisi data-data lengkap agar dapat diproses, "Dalam proses ini calon mahasiswa dapat menentukan perguruan tinggi dan program studi apa yang akan diambil, " kata Agus.

    Dalam seleksi ini, calon mahasiswa akan dikenakan biaya pendaftran dan test ujian sebesar Rp 100 ribu dan dibayar langsung melalui dua bank, yakni BNI dan Bank Mandiri, "Semua pendaftaran dilakukan dengan proses digital dan sebelum test nanti akan dilakukan verfikasi langsung," kata dia.

    Menurut Agus, pendaftaran akan di buka mulai 11 hingga 29 Mei 201. Panitia menyediakan 1.702 di 74 lokasi yang tersebar di Bogor, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Cirebon, dan Karawang. Pendaftaran SPMBN akan mulai dibuka selama 19 hari, mulai Senin, 11 Mei hingga Jumat, 29 Mei 2015.

    Formulir pendaftaran secara online, dengan syarat khusus bagi peserta adalah memiliki ijazah sah SMA dua tahun terakhir serta mengisi data diri.

    Berkas pendaftaran akan dilakukan verifikasi oleh panitia. Ujian sendiri akan terbagi tiga kelompok, yakni kelompok ujian sains dan teknologi, kelompok sosial dan hukum, serta kelompok campuran. Peserta seleksi akan diuji secara tulis dan ujian keterampilan bagi program seni dan keolahragaan, "Untuk ujian atau test tulis dilaksanakan pada Selasa, 9 Juni 2015 dan  ujian keterampilan sehari sesudahnya. Hasil ujian bisa dilihat melalui web pada Kamis 9 Juli 2015,” ujar Agus.

    IPB merupakan Panitia Lokal untuk regional Bogor yang membawahi 5 wilayah subpanlok yakni Bogor dengan 472 ruangan di 23 lokasi ujian, Bekasi dengan 476 ruangan dengan 21 lokasi ujian, Cianjur/Sukabumi dengan 156 ruangan di 6 lokasi, Cirebon 250 ruangan dengan 11 lokasi, dan  Karawang dengan 348 ruangan di 13 lokasi. "Untuk Bogor, IPB sudah menentukan untuk ujian akan dilakukan di sejumlah gedung SMA disepanjang Jalan Pajajaran, " kata Agus.

    M SIDIK PERMANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.