Sukses KAA, Forum Internasional Ini Digelar di Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil dimintai keterangan oleh wartawan, terkait warga yang ketahuan melakukan perusakan fasilitas publik di Pendopo, Bandung, 1 Mei 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil dimintai keterangan oleh wartawan, terkait warga yang ketahuan melakukan perusakan fasilitas publik di Pendopo, Bandung, 1 Mei 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, mengatakan wilayahnya akan menjadi tempat penyelenggaraan acara Kementerian Pemuda dan Olahraga, yakni Forum Pemuda Asia dan Amerika Latin (FEALAC). Menurut dia, Kota Bandung dipilih karena dinilai sukses menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika ke-60, 24 April 2015 kemarin.

    “Kami senang dipilih lagi sebagai tuan rumah, karena semakin banyak peristiwa bersejarah yang terjadi di Bandung,” ujar Ridwan Kamil saat ditemui setelah menggelar pertemuan dengan tim dari Kemenpora dan Kementerian Luar Negeri, di Pendopo Wali Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Bandung, Senin, 11 Mei 2015.

    Alasan Kemenpora memilih Bandung menjadi tuan rumah, kata Ridwan Kamil, karena Kota Bandung fokus terhadap pemuda. “Per tahunnya Pemkot Bandung mencairkan Rp 15 miliar untuk kepemudaan, kota lain enggak ada. Itu buktinya Pemkot selalu mendukung pemuda,” kata Ridwan Kamil.

    Acara ini akan diselenggarakan selama empat hari di Bandung, yakni 22 sampai 25 September 2015. Pemerintah Kota Bandung akan menyediakan lokasi bekas Konferensi Asia Afrika, Gedung Merdeka, dan tempat-tempat untuk dijadikan lokasi forum lainnya. Pada tanggal itu pun, Kota Bandung akan merayakan hari ulang tahunnya.

    Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah akan mengundang sekitar 26 negara se-Asia dan Amerika Latin. “16 negara dari Asia, dan sisanya dari Amerika Latin,” ujar dia. Di Bandung, para pemuda dari 26 negara akan membahas mengenai ekonomi kreatif, ekonomi maritim, dan kemandirian pemuda.

    Asia dan Amerika Latin merasa berada dalam sisi geografis yang sama. Kedua wilayah diikat oleh atlantik pasifik, sehingga merasa berada dalam kesamaan maritim. “Negaranya terbelah-belah, dan dihubungkan oleh dua samudra," kata Ridwan Kamil.

    Pada akhir acara, kata dia, buah dari pembahasan pada forum tersebut akan dibubuhkan pada surat perjanjian pemuda. Surat itu akan dibentuk layaknya 10 poin Dasasila Bandung pada Konferensi Asia Afrika pertama, tahun 1955.

    Dengan diselenggarakannya acara ini, pemerintah berharap Asia dan Amerika latin memiliki kekuatan poros tengah. “Sehingga negara-negara yang saat ini masih berkembang akan terbantu di masa yang akan datang,” ujar Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil juga menyindir tim Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Luar Negeri soal penyediaan anggaran. Pemerintah Kota Bandung diminta mempersiapkan segala hal yang bersangkutan dengan forum yang digelar 22 sampai 25 September 2015 itu.

    “Barusan saya warning soal biaya. Saya tutup rapat dengan kata mudah-mudahan anggaran lancar," kata Ridwan Kamil.

    Sebab, Ridwan Kamil memiliki pengalaman buruk saat mempersiapkan Konferensi Asia Afrika selama dua bulan di Bandung. Dibalik kesuksesan KAA ke-60 yang diselenggarakan pada 24 April 2015, Ridwan Kamil bersusah payah mencari kontraktor yang bersedia memberi piutang. Hal tersebut dilakukan karena anggaran dari pemerintah pusat baru cair beberapa hari sebelum KAA ke-60 digelar.

    Pemerintah Kota Bandung akan menyediakan lokasi bekas Konferensi Asia Afrika, Gedung Merdeka, dan tempat-tempat untuk dijadikan lokasi forum lainnya. Pada tanggal itu pun, Kota Bandung akan merayakan hari ulang tahunnya.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.