Gubernur 'Menghilang' Saat Presiden Jokowi di Papua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2015 kepada Gubernur Papua Lukas Enembe di Istana Negara, Jakarta, 8 Desember 2014. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2015 kepada Gubernur Papua Lukas Enembe di Istana Negara, Jakarta, 8 Desember 2014. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJayapura - Kunjungan kerja kedua Presiden Joko Widodo ke Provinsi Papua pada 8-10 Mei 2015 tanpa didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe. Yang terlihat selama kunjungan kerja Jokowi di Papua justru Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal beserta jajaran pejabat pemerintahan di bawahnya.

    Menurut Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, tak hadirnya Lukas Enembe mendampingi  Presiden Jokowi  karena sakit. "Pak Lukas sakit setelah pulang dari Cina. Tapi istrinya tadi ada bersama kami saat Presiden Jokowi di sini. Coba tanyakan ke istrinya," kata Klemen saat ditemui setelah menemani Presiden Jokowi di Lembaga Pemasyarakatan Abepura, Kota Jayapura, Sabtu, 9 Mei 2015.

    Lamadi de Lamanto, juru bicara Gubernur Papua, menuturkan tak hadirnya Lukas Enembe dalam kunjungan Jokowi di Papua karena urusan tertentu. "Yang saya tahu, sekarang Pak Gubernur di luar Papua," ucapnya saat ditemui wartawan, Sabtu, 9 Mei 2015.

    Menurut Lamadi, Jokowi berkunjung ke Papua bukan yang pertama dan terakhir, sehingga wajar saja jika Lukas memberikan kepercayaan kepada wakilnya untuk mendampingi Presiden Jokowi. "Presiden Jokowi akan berkunjung ke Papua setahun tiga kali. Kunjungan pertama, beliau diterima Pak Lukas sendiri," ujarnya. 

    Lamadi mengatakan pemberian kepercayaan kepada Klemen Tinal untuk menemani Presiden Jokowi selama di Papua merupakan hal biasa. "Saya kira posisi itu tak bisa dibedakan. Jadi saya pikir mereka sudah ada koordinasi," tuturnya. 

    Saat ini, ucap Lamadi, Gubernur Papua Lukas Enembe sedang berjuang mencari investor untuk membangun infrastruktur smelter di Papua. "Sebab, Gubernur masih ada urusan yang cukup rumit terkait dengan pembangunan smelter. Beliau baru saja pulang dari Beijing. Terus, pada 11-13 Mei 2015, ada Kongres Partai Demokrat di Surabaya. Sebagai salah satu ketua umum, beliau akan ke sana," katanya.

    CUNDING LEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.