Isu Reshuffle, Nurbaya: Kalau Jelek, Ganti Saja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kiri) dan Bupati Bogor Nurhayanti (kanan) membuat lubang resapan Biopori dalam kegiatan Gerakan 5 Juta Lubang Biopori di Cibinong, Bogor, Jabar, 22 April 2015. Kegiatan tersebut dalam memperingati Hari Bumi. ANTARA FOTO

    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kiri) dan Bupati Bogor Nurhayanti (kanan) membuat lubang resapan Biopori dalam kegiatan Gerakan 5 Juta Lubang Biopori di Cibinong, Bogor, Jabar, 22 April 2015. Kegiatan tersebut dalam memperingati Hari Bumi. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO , Bandung -  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menanggapi ringan isu reshuffle Kabinet Kerja oleh Presiden Joko Widodo. “Buat saya, tidak  ada masalah,” katanya di Bandung, Kamis, 7 Mei 2015.

    Siti mengibaratkan presiden selaku pemegang suara rakyat sebagai principal alias pemegang saham dalam konsep bisnis. “Demi hasil terbaik bagi bisnisnya, principal memilih agen-agen terbaik dengan harapan agen itu melaksanakan agenda sesuai dengan cara yang dia pikirkan.”

    Menurut Siti, hubungan presiden dan menteri mirip dengan principal dan agennya. “Menurut saya, kalau agennya jelek, ganti saja. Memang bagaimana?” katanya.

    Siti mengaku tidak tahu ihwal gosip perombakan kabinet yang beredar. “Enggak tahu saya. Saya kebanyakan di lapangan, enggak masuk dalam lingkaran gosip.”

    Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan belum mengambil keputusan tentang perombakan kabinet. "Reshuffle, ya nanti dilihat," kata Jokowi setelah menghadiri Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional di Balai Sudirman, Rabu, 6 Mei 2015.

    Namun, Jokowi menegaskan, penilaian selalu dia lakukan khususnya terhadap menteri dan semua pejabat yang membantu pemerintahan. "Saya sudah sampaikan bolak-balik. Setiap pekerjaan, setiap yang kerja, semua menteri, kita lihat harian, mingguan, bulanan," katanya.

    Jokowi juga tidak merinci apakah perombakan akan dilakukan dalam waktu dekat atau menunggu satu tahun pemerintahan. "Ya, nanti dilihat," katanya.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.