Korupsi ESDM, Paspampres hingga 83 Wartawan Kecipratan Duit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Sekjen ESDM Waryono Karyo berada di ruang tunggu KPK, Jakarta, Senin 17 November 2014. ANTARA/Wahyu Putro A

    Mantan Sekjen ESDM Waryono Karyo berada di ruang tunggu KPK, Jakarta, Senin 17 November 2014. ANTARA/Wahyu Putro A


    TEMPO.CO, Jakarta - Waryono Karyo, bekas Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, didakwa merugikan negara hingga Rp 11,124 miliar. Penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi, Fitroh Rohcahyanto, mengatakan, selaku kuasa pengguna anggaran pada Sekretariat Jenderal Kementerian Energi, Waryono bersama-sama pegawai Kementerian Energi lainnya, Sri Utami, sekitar Desember 2011 hingga Desember 2012 melakukan tindak pidana korupsi.

    "Telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang masing-masing dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan melawan hukum," ujar Fitroh saat membacakan surat dakwaan Waryono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 7 Mei 2015.

    Duit Waryono mengalir ke berbagai pihak, mulai dari pasukan pengamanan presiden sebesar Rp 25 juta. Staf khusus presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Daniel Sparringa, juga mendapat jatah Rp 185 juta. Sedangkan wartawan menerima Rp 53,950 juta. Waryono memerintahkan Sri Utami untuk membuat laporan pertanggungjawaban fiktif tentang kegiatan sosialisasi sektor energi dan sumber daya mineral bahan bakar minyak bersubsidi.

    Setelah anggaran tersebut cair, Waryono mengalokasikan untuk berbagai kegiatan. Salah satunya diberikan kepada pegawai Kementerian Energi, Eko Sudarmawan, sebesar Rp 2,964 miliar. Eko menggunakan duit itu untuk kegiatan Sekretariat Jenderal Kementerian Energi yang tidak dibiayai APBN. Berikut ini daftar mereka yang menerima duit panas Waryono.

    1. LSM Hikmat Rp 150 juta
    2. PMII Rp 70 juta
    3. GP Anshor Rp 50 juta
    4. Aliansi BEM Jawa Barat Rp 15 juta
    5. LSM Laksi Rp 25 juta
    6. Daniel Sparingga, staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rp 185 juta (Baca: Daniel Ingin Buka-bukaan soal Korupsi ESDM)
    7. HMI Rp 10 juta
    8. Biaya makan malam Sekjen KESDM Rp 35 juta
    9. Uang ketupat Lebaran melalui Sri Utami dan Vanda Rp 247 juta
    10. Paspampres melalui Sri Utami Rp 25 juta
    11. Tata usaha pimpinan Rp 88,15 juta
    12. Haris Darmawan Rp 3 juta
    13. THR Nuraini dan Jendra Rp 5 juta
    14. Paper bag acara buka bersama Rp 1,5 juta
    15. Diberikan kepada 83 wartawan @Rp 650 ribu, total Rp 53,95 juta
    16. Diberikan kepada Riky untuk biaya organ tunggal Rp 7,5 juta
    17. THR untuk Silva Rp 5 juta
    18. Office boy Rp 7,5 juta
    19. Tujuh kepala biro Rp 105 juta
    20. Operasional Setjen Rp 159,350 juta
    21. Ibnu Rp 1,5 juta
    22. Partisipasi Porseni Rp 15 juta
    23. Makan siang dengan Badan Pemeriksa Keuangan Rp 13,7 juta
    24. Biaya pairing mini tournament golf Rp 120 juta
    25. Entertain Biro Keuangan Rp 2,5 juta
    26. Entertain auditor inspektorat jenderal Rp 20 juta
    27. Uang muka perjalanan kepala pusat ke Belanda Rp 40 juta
    28. Uang perpanjangan STNK Rp 5 juta

    Bekas staf khusus bidang komunikasi politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Daniel Sparingga, membantah menerima duit Rp 185 juta dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk kepentingan pribadi. Menurut dia, dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat bekas Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Waryono Karno sebagai terdakwa, tak pernah ada duit yang masuk ke kantongnya. "Bahkan tidak ada yang bersifat pribadi dan tidak ada pula kepentingan pribadi dalam urusan itu," kata Daniel kepada Tempo, Kamis, 7 Mei 2015

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.