20 Ribu Guru di NTT Masih Berijazah SMA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa SD berjalan membawa bendera untuk mengikuti upacara di sekolah mereka yang berjarak sekitar 10-15 kilometer di Desa Looluna, Belu, NTT, Kamis (4/7). Pendidikan Dasar di perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut terkendala jarak dan minimnya fasilitas pendidikan, termasuk guru dan buku pelajaran sehingga masyarakat berharap pemerintah pusat dapat memberikan bantuan itu. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Siswa SD berjalan membawa bendera untuk mengikuti upacara di sekolah mereka yang berjarak sekitar 10-15 kilometer di Desa Looluna, Belu, NTT, Kamis (4/7). Pendidikan Dasar di perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut terkendala jarak dan minimnya fasilitas pendidikan, termasuk guru dan buku pelajaran sehingga masyarakat berharap pemerintah pusat dapat memberikan bantuan itu. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.COKupang - Sebanyak 20 ribu dari 97 ribu guru di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berijazah sekolah menengah atas (SMA) atau belum memenuhi standar pendidikan. Karena itu, pemerintah menyiapkan beasiswa bagi guru untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi.

    "Masih sekitar 36,81 persen guru yang berijazah D-1 ke bawah," kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya kepada wartawan di Kupang, Selasa, 5 Mei 2015.

    Jumlah guru di NTT, menurut Frans, sebanyak 97.664 yang tersebar di 8.382 sekolah dengan jumlah siswa 1,3 juta. Dari jumlah guru itu, 20.699 orang berijazah SMA, 1.338 guru lulusan D-1, 8.963 pengajar berijazah D-2, 4.963 orang lulusan D-3, 61.440 guru berijazah S-1, dan hanya 273 orang yang lulus S-2.

    Frans menuturkan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah beasiswa bagi para guru untuk melanjutkan pendidikan tinggi agar bisa memenuhi standar pendidikan. "Kami bekerja sama dengan salah satu universitas agar semua guru bisa penuhi kualifikasi S-1," ucap Frans.

    Kepala Dinas Pendidikan NTT Petrus Manuk membenarkan masih tingginya guru yang belum memenuhi kualifikasi S-1. Karena itu, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan salah satu universitas untuk memenuhi spesifikasi guru itu. "Ada dana beasiswa bagi guru yang melanjutkan ke pendidikan tinggi," tutur Petrus.

    meski begitu, Petrus membantah NTT kekurangan guru. Menurut Petrus, NTT tidak kurang guru, hanya penyebarannya yang tidak merata. "Banyak guru yang enggan bertugas di daerah terpencil," kata Petrus. 

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.