Tim Hukum Abraham Samad Siapkan Lima Saksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abraham Samad mengangkat tangannya dari dalam mobil, seusai pemeriksaan di Polda Sulselbar, Makassar, 29 April 2015. Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat, akhirnya menangguhkan penahanan Abraham Samad.TEMPO/Iqbal Lubis

    Abraham Samad mengangkat tangannya dari dalam mobil, seusai pemeriksaan di Polda Sulselbar, Makassar, 29 April 2015. Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat, akhirnya menangguhkan penahanan Abraham Samad.TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COMakassar - Tim kuasa hukum Abraham Samad akan mengajukan saksi yang meringankan dalam pengusutan kasus dugaan pemalsuan administrasi kependudukan yang menjerat Ketua KPK nonaktif itu. Koordinator tim advokasi Abraham Samad di Sulawesi Selatan, Adnan Buyung Azis, mengatakan mereka setidaknya telah menyiapkan lima saksi.

    "Kami ancang-ancang lima orang, baik itu saksi biasa maupun saksi ahli," kata Adnan kepada Tempo, Jumat, 1 Mei 2015.

    Kendati demikian, Adnan, yang tergabung dalam tim advokasi anti-kriminalisasi alias tim taktis di Makassar, mengaku belum bisa membeberkan siapa saksi meringankan itu. Jumlah pastinya juga masih dikoordinasikan dengan tim taktis di Jakarta.

    Dalam tim taktis di Jakarta, menurut Adnan, terdapat tim pengkaji. Mereka inilah yang menentukan siapa saja saksi meringankan yang bakal diajukan. "Kami menunggu (hasil) koordinasi tim pengkaji. Kami bisa mengusulkan lima saksi, nanti dilihat mana yang memang dibutuhkan," ucap Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Makassar itu.

    Adnan menjelaskan, pengajuan saksi meringankan merupakan hak tersangka. Tim hukum Abraham berencana mengajukan saksi meringankan, karena kepolisian dianggap lebih banyak menghadirkan saksi yang memberatkan. Keterangan saksi tambahan ini diharapkan akan membuat semua pihak melihat kasus itu secara jernih.

    Adnan mengatakan saksi itu dapat diajukan dalam proses penyidikan di kepolisian. Kendati kepolisian mengklaim segera melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat, dia tak yakin akan langsung dinyatakan lengkap. Apa lagi banyak kejanggalan dalam kasus itu.

    Pelaksana tugas Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Hariadi, mengatakan polisi menghormati upaya pembelaan secara hukum yang ingin ditempuh pihak tersangka. Meski demikian, pemeriksaan tambahan, berupa keterangan dari saksi yang meringankan, dalam waktu dekat sulit dilakukan, mengingat polisi bakal melimpahkan berkas perkara itu ke kejaksaan pekan depan.

    Hariadi menerangkan, mereka mengharapkan berkas perkara yang disusun penyidik kepolisian nanti dinyatakan lengkap. Meski begitu, penambahan saksi dari pihak tersangka masih bisa dilakukan dalam tahapan pemeriksaan tingkat penyidikan dan penuntutan. "Kalau pemeriksaan (di kepolisian) sekarang sudah cukup. Kami dalam tahap pemberkasan dan segera melimpahkan berkasnya ke kejaksaan," katanya.

    Kasus pemalsuan dokumen ini berawal dari laporan Chairil Chaidar Said, Ketua LSM Lembaga Peduli KPK-Polri, ke Mabes Polri. Kasus ini dilimpahkan ke Polda, yang kemudian menetapkan Feriyani dan Abraham sebagai tersangka. Feriyani juga melaporkan kasus serupa ke Mabes Polri. Abraham dituduh membantu Feriyani mengurus perpanjangan paspor di Makassar pada 2007.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.