Bermalam di Bengkulu, Novel KPK Pilih Tidur di Bandara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novel Baswedan (kiri). TEMPO/Seto Wardhana

    Novel Baswedan (kiri). TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Bengkulu - Penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Novel Baswedan menunggu proses rekonstruksi dengan memilih untuk tetap bertahan di Bandar Udara Fatmawati, Bengkulu, hingga pagi ini, Sabtu, 2 Mei 2015.

    Hingga pagi ini, kepolisian masih ramai menjaga di sekitar ruang tunggu VIP bandara. Belum diketahui secara pasti apa alasan Novel tetap bertahan di bandara, ketimbang menunggu di hotel yang telah disediakan pihak Polda Bengkulu.

    "Mas Novel menginap di bandara," kata salah seorang polisi berpakaian sipil yang berjaga-jaga di luar ruang tunggu.

    Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Bengkulu Komisaris Besar Dadan sebelumnya mengatakan telah menyiapkan Hotel Nala yang berlokasi di Pantai Panjang untuk Novel dan tim penyidik Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI.

    Novel tiba di Bengkulu sekitar pukul 19.30 WIB dengan menggunakan pesawat milik polisi dan langsung memasuki ruangan VIP bandara. Rencana rekonstruksi Jumat malam, 1 Mei 2015, gagal dilaksanakan karena kondisi hujan deras dan Novel hanya ingin didampingi kuasa hukumnya.

    Polda Bengkulu sempat menyiapkan pengacara lokal tapi Novel tetap bertahan dan bersedia melanjutkan rekonstruksi hanya jika didampingi kuasa hukumnya.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.