Pendukung Matori Buka Sekretariat di Wisma Pemprov NTB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Mataram:Pendukung PKB versi Matori Abdul Djalil dari Nusa Tenggara Barat (NTB) siap berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Muktamar Luar Biasa di Hotel Borobudur, 14-16 Januari. Sekitar 40 delegasi akan berangkat. Mereka membuka sekretariat di Wisma Giri Putri, milik Pemerintah Provinsi NTB, sejak Kamis (10/1). Ketua DPW PKB NTB (versi Matori) Farid Husin menggelar jumpa pers bersama belasan pengurus cabang yang menyatakan diri berada di belakang Matori. “Muktamar Luar Biasa adalah forum untuk melaksanakan AD/ART. Di sana untuk mengukuhkan kembali Matori sebagai Ketua Umum DPP PKB,” ujar Farid. Kepengurusan Farid dilantik Matori pada 25 Desember lalu. Pemerintah Provinsi (Pemprov NTB) terkesan memberi angin segar. Terbukti, acara itu dihadiri Kepala Bakesbang Linmas (dulu Direktorat Sosial Politik) Pemprov NTB, Patekkai. Selain itu juga memberikan fasilitas bagi pendukung Matori untuk membuka sekretariat di Wisma Giri Putri. Siapakah Farid Husin? Informasi yang dihimpun Tempo News Room, ia tidak dikenal di kalangan aktivis, kader dan fungsionaris PKB di NTB yang setia mendukung kepemimpinan Gus Dur-Alwi Shihab. Farid sendiri tidak mau membeberkan jati dirinya, termasuk latarbelakang sebagai politisi. “Nanti sajalah,” ujarnya mengelak. Ia pengurus yang dicomot begitu saja oleh kelompok Matori? Belum ada jawaban pasti. Kendari demikian, Farid dengan lantang menyatakan PKB di NTB pendukung Matori tidak ada urusan dengan dengan barisan PKB pro-Gus Dur dan Alwi Shihab yang lebih dulu malang melintang di provinsi tersebut. Ia pun ikut-ikutan menolak tawaran islah (rujuk) yang diajukan sejumlah ulama NU. “Islah dilakukan kalau masuk ke kubu Matori,” tandas Farid. Ia sudah bersiap-siap memimpin delegasi dari NTB ke Jakarta. Di belakang Farid terdapat sejumlah nama yang berlatarbelakang pengusaha, pensiunan tentara dan mantan pegawai negeri sipil. Kelompok Farid membantah tuduhan bahwa mereka nekad bergabung dengan Matori lantaran iming-iming uang. “Kesadaran pribadi kami yang mendorong untuk berpihak pada Matori,” ujar Muhammad Rivai, Ketua DPC PKB Lombok Timur (bentukan Matori). Lebih jauh, Farid berujar PKB pimpinnan Matori tidak semata-mata bergantung kepada ulama NU. Pasalnya, keberadaan PKB tidak identik dengan kiai tongkat. “Partai ini tidak identik dengan nahdliyin. Kami tidak menghilangkan rasa hormat kepada para kiai. Tapi organisasi ini dibawa ke semua lapisan profesi. Ini bentuk partai yang konkrit,” ucapnya. (Moehammad Supriyanto Khafid)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.