Sebelum ke Arab, Kalla Mampir Isi Avtur di Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla menyampaikan pidatonya pada upacara Peringatan 10 Tahun Tsunami pada 26 Desember 2004 di Banda Aceh 26 Desember 2014. REUTERS

    Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla menyampaikan pidatonya pada upacara Peringatan 10 Tahun Tsunami pada 26 Desember 2004 di Banda Aceh 26 Desember 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama istri dan 34 orang rombongan lainnya, singgah sebentar di Aceh dalam perjalanannya ke Arab Saudi, Sabtu, 24 Januari 2015. (Baca:Kalla Pulang Kampung 3 Hari, Apa Kegiatannya?)

    Mereka tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar sekitar pukul 11.30 WIB. Rombongan disambut Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wali Nanggroe Aceh Tgk Malek Mahmud dan sejumlah pejabat lainnya. Rombongan Wapres hanya singgah sekitar 45 menit beramah tamah dengan pejabat Aceh. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dengan pesawat kepresidenan. (Baca:10 Tahun Tsunami, JK Berbagi Pengalaman di Aceh )

    Kepala Humas Pemerintah Aceh, DR Mahyuzar yang ikut menyambut Wapres mengatakan tidak ada agenda khusus beliau singgah di Aceh. "Rombongan hanya transit untuk isi bahan bakar pesawat," katanya kepada Tempo. (Baca:Menteri Ferry Beri Hukuman Jika Aceh Konflik Lagi)

    Wapres bersama rombongan, di antaranya Menteri Agama, berangkat ke Arab Saudi untuk menghadiri acara Pelantikan Raja Arab Saudi yang baru, sekaligus untuk berbela sungkawa atas meninggalnya Raja Abdullah. (Baca:Forbes: Raja Abdullah Paling Berkuasa di Timur Tengah)

    ADI WARSIDI

    Terpopuler:
    Soal Bambang, Oegroseno: Kabareskrim Patut Ditabok
    Sikap Prabowo dan 3 Kejanggalan Kasus Bambang KPK
    Abraham Minta Panglima TNI Moeldoko Lindungi KPK
    Bambang KPK Ditangkap, Ahok dan Jokowi Satu Suara
    KPK Vs Polri, Anas: Masak Malaikat Ditangkap?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.